31 Wakil Indonesia Berlaga di Vietnam Open 2019

Sebanyak 31 wakil Indonesia mengikuti turnamen Vietnam Open 2019 yang digelar 10-15 September.

Pada turnamen BWF World Tour Super 100 ini, hari pertama, Selasa (10/9/2019) akan mempertandingkan babak kualifikasi di Nguyen du Club, Hanoi, Vietnam.

Sebanyak 14 wakil akan menjalani babak kualifikasi, sementara babak utama dijadwalkan pada Rabu (11/9/2019), mulai pukul 08.00 WIB.

Tunggal putra menjadi sektor yang paling banyak mengirim wakil sebanyak 8 wakil baik yang langsung ke babak utama maupun dari babak kualifikasi.

Pada Vietnam Open 2018, Indonesia mendapat titel juara melalui tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito.

Saat itu, Shesar mengalahkan Ajay Jayaram (India), dengan skor 21-14, 21-10.

Shesar tahun ini dipastikan tidak tampil setelah pekan lalu berpartisipasi pada Chinese Taipei Open 2019.

Namun, Indonesia masih memiliki empat wakil pada babak utama, termasuk Firman Abdul Kholik yang merupakan kampiun pada Akita Masters 2019.

Jumlah tersebut bisa bertambah setelah empat wakil tunggal putra Indonesia lainnya menjalani babak kualifikasi

Berikut hasil undian lengkap wakil Indonesia pada Vietnam Open 2019.

– Babak Kualifikasi

Ganda Campuran

Agripinna Prima Rahmanto Putra/Meirisa Cindy Sahputri vs Chacharit Yaowanit/Ornnicha Jongsathapornparn (Thailand)
Zhacaria Joshiano Sumanti/Hediana Julimarbela vs Ng Eng Cheong/Anna Ching Yik Cheong (Malaysia)
Angga Pratama/Anggia Shitta Awanda vs Wei Chun Wei/Li Zi Qing (Taiwan)
Rian Agung Saputro/Brigita Marcelia Rumambi vs Van Viet Nguyen/Thi Phuong Hong Dinh (Vietnam)

Tunggal Putra

Yehezkiel Fritz Mainaky vs Yu Sheng PO (Taiwan)
Alberto Alvin Yulianto vs Shota Omoto (Jepang)
Bagas Kristianto Nugroho vs Yang Yang (Taiwan)
Andre Marteen vs Leong Jun Hao (Malaysia)

Tunggal Putri

Bening Sri Rahayu vs Cheung Ying Mei (Hong Kong)
Aurum Oktavia Winata vs Lin Hsiang Ti (Taiwan)

Ganda Putra

Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro vs Lim Khim Wah/Jagdish Singh (Malaysia)

Ganda Putri

Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Fan Ka Yan/Wu Yi Ting (Hong Kong)
Brigita Marcelia Rumambi/Meirisa Cindy Sahputri vs Virni Putri/Vania Arianti Sukoco
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah vs bye

– Babak Utama

Ganda Campuran

Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet vs Chaloempon Charoenkitamorn (Thailand)
Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Dong Wei Jie/Chen Xiao Fei (China)
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso (8) vs Q1

Tunggal Putra

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs bye
Firman Abdul Kholik vs Minoru Koga (Jepang)
Chico Aura Dwi Wardoyo (8) vs bye
Sony Dwi Kuncoro vs Kodai Naraoka (Jepang)

Tunggal Putri

Lyanni Alessandra Mainaky vs Q1
Yulia Yosephine Susanto vs Q2

Ganda Putra

Akbar Bintang Cahyono/Moh. Reza Pahlevi Isfahani vs Kang Min-hyuk/Kim Jae-hwan (Korea Selatan)
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob vs Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi (Jepang)
Ricky Karandasuwardi/Angga Pratama (5) vs Guo Xin Wa/Wang Ze Kang (China)
Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra vs Krishna Prasad Garaga/Dhruv Kapila (India)
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Mahiro Kaneko/Yunosuke Kuboto (Jepang)

Ganda Putri

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Aparna Balan/Prajakta Sawanit (India)
Yulfira Barkah/Agatha Imanuela vs Cheng Chi Ya/Lee Chih Chen (Taiwan)
Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet vs Hsu Yan Ching (7)/Hu Ling Fang (Taiwan)

[bolasport]

Rossi Bakal Suguhkan Atraksi Istimewa Jelang MotoGP San Marino

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menyuguhkan atraksi istimewa menjelang digelarnya MotoGP San Marino 2019.

Kejuaraan MotoGP 2019 akan berlanjut dengan menggelar seri ke-13 di Sirkuit Misano, San Marino.

Sirkuit bernama resmi Misano World Circuit Marco Simoncelli ini hanya berjarak 14 kilometer dari kampung halaman Valentino Rossi, Tavullia.

Dalam menyongsong balapan di “kampung halaman” ini, The Doctor menampilkan atraksi spesial pada hari Selasa (10/9/2019) waktu setempat.

Dirinya mengendarai YZR-M1 berkeliling kota Tavullia dan berakhir dengan melakukan satu putaran di Sirkuit Misano.

Rossi mengawali turnya dari Motor Ranch, yang merupakan trek pribadi Rossi yang dikelola bersama Yamaha.

Juara dunia MotoGP 7 kali ini kemudian melintasi jalanan kota Tavullia dengan diiringi sorak sorai dari para pendukung dan warga kota Tavullia.

Beberapa lokasi yang dilalui Rossi dalam tur singkatnya ini antara lain Tavullia Town Square, markas VR46, dan tentu saja Sirkuit Misano.

Kala melintasi jalanan umum, tentu saja Rossi tidak memacu motornya seperti saat balapan. The Doctor hanya mengendarai YZR-M1 dalam batas kecepatan normal 46km per jam.

Rossi mengakhiri turnya dengan melakoni satu putaran di Sirkuit Misano dan memarkirkan motornya di pit timnya, Monster Energy Yamaha.

Dilansir Bolasport.com dari Crash.net, Rossi menuturkan pengalamannya mengelilingi kampung halamannya di atas motor tunggangannya.

“Ini sangat hebat. Ini seperti mimpi yang menjadi nyata,” kata Rossi antusias.

“Saat saya masih muda dan masih mengendari skuter 50cc, saya selalu membayangkan mengelilingi Tavullia di atas motor MotoGP.”

“Hari ini semuanya terwujud,” ujarnya bahagia.

Lebih lanjut, Rossi juga mengaku menikmati tur singkatnya di Tavullia, dan merasa sangat nyaman mengendarai YZR-M1 di jalanan biasa.

Rossi juga terkesan dengan tanggapan para fan dan warga lokal yang menyambutnya di sepanjang jalan.

Mengenai balapan yang akan dihelat pada akhir pekan ini di Sirkuit Misano, pembalap yang kini berusia 40 tahun ini memberikan tanggapannya.

“Saya akhirnya membalap di rumah. Saya tumbuh di sini, dan sirkuit pertama yang pernah saya jajal adalah Misano,” ujar Rossi.

“Kami akan mencoba mengeluarkan seluruh kemampuan kami akhir pekan nanti, mengingat banyak fans akan datang.”

“Tentu, akan ada banyak topi kuning (warna ikonik Rossi) juga,” ujarnya menambahkan.

Seperti diberitakan Bolasport.com sebelumnya, para fans memang menyiapkan acara penyambutan khusus bagi Valentino Rossi pada sesi balapan MotoGP San Marino 2019.

Para pendukung setia yang tergabung dalam VR46 Fans Club akan “menguningkan” tribun penonton Sirkuit Misano, seperti yang pernah dilakukan musim lalu.

Rossi sendiri tiga kali meraih kemenangan di Sirkuit Misano, yaitu pada tahun 2008, 2009, dan 2014.

Hasil baik yang diraih dalam tes MotoGP dan juga kenaikan performanya dalam beberapa seri terakhir membuat Rossi dijagokan untuk setidaknya kembali meraih podium.

Adapun terakhir kali Rossi finis di urutan tiga besar adalah pada MotoGP Americas 2019, atau sekitar lima bulan yang lalu.

MotoGP San Marino 2019 menurut jadwal akan digelar pada tanggal 13-15 September 2019 [bolasport]

Usai GP Italia, Hamilton Pertanyakan Konsistensi Regulasi F1

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, akan mengganti gaya membalapnya usai menjalani balapan GP Italia di Sirkuit Monza, Minggu (9/9/2019).

Lewis Hamilton finis di peringkat ketiga dalam balapan tersebut. Dia menyelesaikan balapan di belakang Charles Leclerc (Ferrari) dan rekan setimnya di Mercedes, Valtteri Bottas.

Hamilton sempat mengeluhkan tidak bisa berada di sebelah kiri mobil saat berebut posisi dengan Leclerc.

Dia pun mempertanyakan regulasi yang berlaku pada balapan jet darat tersebut.

“Menurut saya tidak ada masalah, kalau memang saya harus berkendara lebih cepat, saya akan melakukannya. Yang penting, peraturannya tidak berlawanan dan para pembalap mendapat kejelasan,” ujar Hamilton, dilansir BolaSport.com dari Motorsport.

“Para pembalap butuh melakukan manuver melebar untuk mencegah pembalap lain menyalip Anda. Selama aturannya jelas, tidak masalah. Saya hanya ingin tahu bagaimana saya bisa membalap,” tutur dia melanjutkan.

Hamilton pun memastikan dia tidak punya isu dengan Charles Leclerc dan menyebut balapan dengan pembalap asal Monako tersebut berjalan menarik.

“Saya dan Leclerc bertarung dengan ketat. Balapan dengannya sangat sulit, dan itu pertanda baik,” ucap Hamilton.

Hasil balapan di GP Italia 2019 membuat Lewis Hamilton tetap berada pada puncak klasemen dengan 284 poin.

Adapun Charles Leclerc berada di posisi keempat dengan 182 poin. [bolasport]

Balas Kekalahan, Timnas U19 Indonesia Sukses Tumbangkan Iran

Timnas U-19 Indonesia menang 1-0 melawan Iran pada laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (11/9/2019) pukul 15.30 WIB.

Awal babak pertama, kedua tim saling menyerang.

Menit kesepuluh, peluang didapat oleh Mahdi Hashemnezha, akan tetapi sepakannya melambung di atas mistar gawang.

Peluang didapat oleh Bagus pada menit ke-19, namun bola masih bisa diantisipasi pemain bertahan timnas U-19 Iran.

Peluang Iran melalui Aria Barzegar pada menit ke-31, masih bisa diantisipasi kiper Muhammad Adisatryo.

Laga memasuki menit ke-40, kedudukan masih sama kuat 0-0.

Peluang emas didapat oleh Mahdi pada menit ke-42.

Semenit berselang sundulan Barzegar bisa diantisipasi oleh kiper Muhammad Adisatryo.

Sampai babak pertama selesai, kedudukan masih sama kuat 0-0.

Awal babak kedua, gol terjadi pada menit ke-48 melalui Sutan Diego Zico memanfaatkan umpan Mochamad Supriyadi.

Kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan timnas U-19 Indonesia.

Mahdi mendapat kartu kuning pada menit ke-54 setelah menjatuhkan Bagas Kaffa.

Sepakan bebas Beckham masih bisa ditepis kiper Iran.

Bagus mendapatkan peluang pada menit ke-71, namun bola sepakannya masih bisa diantisipasi pemain bertahan Iran.

Dua peluang beruntun Iran pada menit ke-83 dapat diantisipasi dengan baik oleh Ernando Ari.

Sampai pertandingan selesai, kedudukan tak berubah. Timnas U-19 Indonesia menang 1-0 atas Iran.

Pada pertemuan pertama di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (7/9/2019), timnas U-19 Indonesia kalah 2-4 dari Iran.

Susunan Pemain Kedua Tim:

Timnas U-19 Indonesia: 1- Muhammad Adisatryo, 2- Bagas Kaffa, 20- Bagus Kaffi, 6- David Maulana, 16- Komang Teguh, 15- Muhammad Salman Alfarid, 8- Imam Zakiri, 4- Muhammad Fadil Adhitya Aksah, 18- Brylian Aldama, 9- Sutan Diego Zico, 10- Rendy Juliansyah

Cadangan: 14- Muhammad Fajar Fatur Rachman, 13- Bayu Mohamad Yudha Febrian, 3- Rizky Ridho, 7- Beckham Putra Nugraha, 12- Braif Fatari, 22- Risky Muhammad Sudirman, 5- Theo Fillo Da Costa Numberi, 11- Mochamad Supriyadi, 19- Alfeandrea Dewangga, 21- Ernando Ari, 17- Saddam Gaffar

Pelatih: Fakhri Husaini

Timnas U-19 Iran: 1- Amir Hossein Nikpour, 5- Hossein Shaverdi, 3- Ahmad Reza Jalali, 2- Mohammadreza Asgari, 10- Alireza Asad Abadi, 4- Mohammad Reza Zavvari, 6- Yasin Salmani, 7- Mahdi Hashemnezhea Rahimabadi, 11- Aria Barzegar, 14- Mahdi Mohammad Ahmadi

Cadangan: 19- Ali Sobhani, 23- Aghil Talili, 15- Alireza Shariat Zadeh, 16- Hossein Bizhani, 15- Alireza Ansari, 9- Seyed Reza Mousavian, 20- Mochammad Amin Hazbavi, 12- Ahmad Reza Jenadeleh, 12- Sheli Sttarifar, 18- Alireza Khodaei

Pelatih: Seyed Akbar Puor Mousavi

[bolasport]

25 Tahun Menabung, Andre Taulany Sukses Beli Moge Impiannya

Artis serta komedian multitalenta Andre Taulany akhirnya bisa mewujudkan keinginan yang telah ia tahan sejak 25 tahun silam.

Setelah sukses menjalani kariernya dari bujang hingga sekarang, Andre Taulany bertekad mewujudkan keinginannya.

Melansir dari kanal Youtube Taulany TV pada Rabu (11/9/2019) Andre mendatangi sebuah dealer motor khusus di daerah Gading Serpong, Tangerang, Banten.

Ayah dari tiga anak itu menerangkan mengapa ia memilih tempat tersebut untuk mewujudkan keinginananya.

Dealer tersebut sudah menjadi langganan dan merupakan rekomendasi dari teman temannya.

“Saya pengin banget dari kecil punya motor gede, akhirnya baru kesampaian sekarang setelah menabung selama 25 tahun,” ungkapnya.

Andre juga berharap semoga harganya di dealer ini cocok dengan motor yang diinginkannya.

Ya, HD atau Harley Davidson lah yang menjadi merek motor gede favoritnya.

Setelah melihat dan mencoba beberapa unit motor Harley Davidson.

Akhirnya Andre memutuskan untuk mencoba HD warna hijau.

Namun, sebelum memilih motor Harley yang disukainya itu Andre membawanya untuk keliling di jalan.

Setelah merasa cocok, Andre akhirnya melakukan penawaran dengan pemilik koleksi motor yang diketahui memiliki nama sama dengannya.

Awalnya pemilik menawarkan harga 500 juta untuk motor tersebut.

Setelah melakukan negosiasi panjang akhirnya mereka deal dengan harga 400 juta.

Andre akhirnya membawa sebuah motor Harley Davidson second atau bekas dengan tipe Sportster Fat Bob tahun 2017 berwarna hijau full aksesoris.

Motor tersebut memiliki kecepatan hingga 700 km/jam.

“Wah luar biasa. Nah ini cocok nih buat gue, pas nih ukurannya,” ujar Andre.

Setelah motor sampai di rumah, Andre menuturkan rencananya untuk segera berkumpul dengan The Prediction.

Rencana perkumpulan Andre dengan komunitas moge itu akan berlangsung hari sabtu, sekaligus untuk merayakan aniversary komunitas tersebut. [grid]

4 Perusahaan Taksi Online Terbesar Dunia, Tak Ada Nama Gojek?

Menjamurnya permintaan taksi online di seluruh dunia membuat banyak perusahaan ride hailing maupun startup berlomba-lomba menghadirkan kualitas layanan yang paling baik. Di Indonesia sendiri aplikasi seperti ini mulai booming semenjak kehadiran Gojek dan Grab. Tapi, gimana di negara lain, ya?

Belakangan ini kita dikisruhkan dengan ucapan bos Big Blue Taxi asal Malaysia yaitu Datuk Shamsubahrin Ismail yang mencaci perusahaan rintisan Tanah Air Gojek. Namun, untungnya ia langsung menarik ucapannya tersebut dan meminta maaf, mengutip dari Star Online.

Beberapa kalangan menganggap bahwa aksi Shamsubahrin Ismail tersebut terkait ekspansi Gojek ke Malaysia yang dikhawatirkan mengancam bisnisnya.

Terdapat beberapa alasan mengapa semakin hari semakin banyak operator maupun mitra pengemudi yang hadir memenuhi permintaan pasar. Namun yang paling mendasar paling gak ada tiga hal, yakni efisiensi waktu dan kemudahan mencari transportasi. Lalu, harga yang relatif lebih murah dan kenyamanan yang lebih baik dari transportasi umum lainnya juga jadi nilai tambah.

Dari sekian banyak aplikasi taksi online di dunia pasti ada yang terbesar dan mendapatkan untung paling banyak. Kira-kira siapa aja mereka?

1. Uber

Mengutip dari Infinite Cab, di urutan pertama ada aplikasi taksi online Uber yang beberapa waktu lalu sempat menjejakkan kakinya di Tanah Air. Tapi, karena persaingan yang ketat mereka terpaksa angkat kaki.

Uber sendiri merupakan perusahaan asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Garrett Camp dan Travis Kalanick pada tahun 2009. Saat ini diperkirakan total keuntungannya mencapai Rp43 triliunan per tahun.

2. Lyft

Kedua, masih datang dari Amerika Serikat yakni Lyft yang didirikan oleh Logan Green dan John Zimmer pada tahun 2012.

Layanan utama yang dimiliki oleh Lyft adalah taksi online yang terbagi dari beberapa kelas dan kebutuhan. Selain itu ada juga transportasi Scooter yang bisa dikendarai oleh masing-masing penyewa. Lyft sendiri tercatat meraup keuntungan pada tahun 2018 sebanyak Rp29 triliunan.

3. Gett

Ketiga, ada taksi online Gett yang didirikan oleh pengusaha asal Israel yakni Dave Waiser pada tahun 2010 lalu. Selain di negaranya sendiri, perusahaan ini udah berhasil berekspansi ke beberapa negara lainnya seperti Inggris, Rusia dan Amerika Serikat.

Pada tahun 2016 Gett mendapatkan suntikan dana dari perusahaan otomotif Jerman Volkswagen sebesar Rp4,2 triliunan. Sedangkan, total keuntungan yang diraup oleh Gett tahun 2017 mencapai Rp14,1 triliunan.

4. Ola

Terakhir ada aplikasi taksi online Ola yang berada di negara India. Perusahaan ini didirikan oleh Bhavish Anggarwal pada 2010 dan udah tersebar di 100 kota di seluruh India.

Mirip seperti Uber dan Lyft, Ola menawarkan berbagai jenis transportasi mulai dari sedan, mobil pick up hingga truk untuk berbagai kebutuhan. Keuntungan yang diraih oleh Ola pada tahun 2018 mencapai Rp4,3 triliunan. [republika]

BJ Habibie Meninggal, ARB: Selamat Jalan, Mas Rudi

Tokoh dan politikus mengenang presiden ke-3 RI, BJ Habibie, semasa hidup. Salah satunya Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie.

Sama-sama malang melintang di Golkar, pria yang akrab disapa Ical ini lama bersahabat dengan Habibie. Habibie mengaku diminta agar dipanggil dengan sapaan akrab ‘Rudi’.

“Sudah lama saya bersahabat dekat dengan Pak BJ Habibie. Saya biasa memanggil beliau, Mas Rudi, sedangkan almarhumah istri beliau saya panggil Mbak Ainun. Bahkan kalau ada acara formal dan saya ingin memanggil beliau Pak Habibie, beliau tidak mau dan meminta saya memanggil dengan panggilan seperti biasa saja: Mas Rudi. Karena itulah sapaan akrab kami,” tulis Ical di Twitter, Rabu (11/9/2019).

Ical kerap bersilaturahmi ke kediaman Habibie. Selama Habibie sakit, mantan Ketum Golkar itu juga selalu menjenguk, termasuk sebelum Habibie meninggal.

“Malam ini datang kabar duka beliau telah tiada. Innalillahi wa innailaihi roji’un. Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Bangsa, Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie,” ucapnya.

Ical mengenang momen jalan-jalan dan diskusi bersama Habibie. Diskusi itu dari tentang Golkar, ekonomi, teknologi, hingga pesawat R80.

“Tak menyangka kini beliau sudah tiada. Meski begitu, karyanya, ilmunya, tetap abadi, dikenang Bangsa Indonesia dan dunia, serta insyaallah menjadi amal jariyah untuk beliau,” kata Ical.

“Selamat Jalan Mas Rudi. Terima kasih atas persahabatan, nasihat, dan ilmunya selama ini,” sambungnya.

BJ Habibie meninggal dunia sore tadi pukul 18.05 WIB. Jenazah BJ Habibie akan dimakamkan besok di TMP Kalibata.

Sebagai penghormatan untuk Habibie, pemerintah Indonesia menetapkan hari berkabung nasional selama 3 hari. Masyarakat diajak untuk mengibarkan bendera setengah tiang. [detik]

Eksponen Ormas Trikarya: Airlangga Gagal Kelola Partai Golkar

Para tokoh senior Partai Golkar yang tergabung dalam eksponen Ormas Tri Karya Golkar, terdiri dari SOKSI, Kosgoro 1957, dan MKGR menyatakan prihatin atas situasi internal Partai Golkar yang mulai mengancam keutuhan persatuan dan kesatuan kader Partai Golkar. Momentum menjelang Musyarawah Nasional untuk memilih Ketua Umum Golkar 2019-2024 seharusnya justru memperkuat solidaritas internal kader Partai Golkar, bukan justru menciptakan kegaduhan baru yang mengganggu stabilitas politik nasional.

“Tri Karya sebagai pendiri Partai Golkar terpanggil menjadi moral force (kekuatan moral) mengembalikan marwah Partai Golkar yang dua tahun ini terbengkalai akibat kepemimpinan yang lemah. Permintaan Rapat Pleno, Mosi Tidak Percaya, hingga somasi yang dilayangkan oleh para pengurus DPP Partai Golkar, semuanya mentah dan tidak ada tanggapan sama sekali dari Ketua Umum,” ujar Juru Bicara Eksponen Ormas Tri Karya, Fatahilah Ramli, di Jakarta, Rabu (11/9/19).

Turut hadir para tokoh senior lainnya seperti Zainal Bintang dari MKGR, Lawrence Siburian dari SOKSI, dan Cyprus Anthonia Tatali dari Kosgoro 1957.

Tokoh senior MKGR Zainal Bintang menegaskan, eksponen Ormas Tri Karya Golkar menginginkan Partai Golkar bisa kembali kepada jati dirinya sebagai partai karya kekaryaan. Partai yang terbuka bagi siapapun, khususnya millenial.

“Banyak yang menilai, termasuk anak cucu saya, bahwa Partai Golkar adalah partai jadul. Stigma ini harus diubah oleh kepemimpinan yang kuat, yang memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya. Partai Golkar punya standar kepemimpinan yang berpegang teguh kepada prinsip PDLT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela,” tutur Zainal Bintang.

Sementara itu, tokoh senior SOKSI Lawrence Siburian mengingatkan bahwa dalam Partai Golkar ada standar etik yang pernah ditorehkan Jusuf Kalla, yaitu saat perolehan suara Partai Golkar turun dimasanya, beliau dengan sukarela mempercepat penyelenggaran Musyawarah Nasional. Hal ini sepatutnya ditiru oleh Airlangga Hartarto yang terbukti jauh lebih gagal menjaga kebesaran Partai Golkar dibanding masanya Jusuf Kalla.

“Dua tahun dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, Partai Golkar mengalami kegagalan. Mengingat tantangan Partai Golkar ke depan sangat besar, kita yang sudah senior-senior seyogyanya memberikan jalan bagi yang muda untuk berkiprah di Partai Golkar. Segera selenggarakan Munas agar ada reformasi besar-besaran di tubuh Partai Golkar,” tandas Lawrence Siburian.

Sedangkan tokoh senior Kosgoro 1957 Cyprus Anthonia Tatali menilai, sosok Airlangga Hartarto bukan hanya tidak cakap menjalankan roda organisasi kepartaian, melainkan juga gagal mempererat persaudaraan sesama kader Partai Golkar. Terbukti dari tidak adanya rapat rutin maupun aktivitas kepartaian di DPP Partai Golkar, hingga penggunaan preman untuk menutup akses masuk ke kantor DPP Partai Golkar.

“Walaupun Airlangga Hartarto merupakan kader Kosgoro 1957, bukan berarti kami mendukung dengan kacamata kuda. Kami bukan pelacur intelektual, melainkan penjaga marwah agar Partai Golkar tidak tertelan roda sejarah. Jika dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto suara Partai Golkar di Pemilu 2019 kedodoran, apalagi nanti menghadapi Pilkada 2020. Partai Golkar membutuhkan perubahan sesegera mungkin, secepat mungkin,” tandas Cyprus Anthonia Tatali. [akurat]

Gerindra Siap Terima Lagi Sandiaga Dengan Tangan Terbuka

Partai Gerindra dengan senang hati menerima mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menjadi kader.
BERITA TERKAIT

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi kabar bahwa mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu akan kembali dalam waktu dekat.

“Tentu kita akan menerima dengan tangan terbuka dan senang hati kalau Pak Sandiaga Uno bergabung kembali dengan Gerindra,” ujarnya di Ruang Abdul Muis, Komplek DPR RI, Senayan, Selasa (10/9).

Namun demikian, Fadli belum dapat menyampaikan secara gamblang kapan Sandi akan masuk lagi jadi kader Gerindra.

Hanya saja, wakil ketua DPR itu menyebut Sandi rindu berada dalam naungan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya kira, Pak Prabowo juga menginginkan Pak Sandi untuk bergabung kembali dengan Gerindra,” tegasnya.

Sandi sempat keluar dari Partai Gerindra saat menghadapi Pilpres 2019 lalu. Namun bagi Gerindra, tidak ada masalah mendasar untuk menyambut kembali kedatangan Sandi.

“Kalau Pak Sandi memutuskan untuk masuk ke Gerindra saya kira kami dengan senang hati menerima,” jelasnya.

Terpisah, Sandi seolah membuka peluang dirinya untuk kembali ke partai berlambang kepala Garuda itu.

“Ya kita tunggu,” singkatnya. [rmol]

Viktus Murin: Airlangga Anti Kritik, Bamsoet Menikmati Kritik

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Viktus Murin menilai sikap kontras dan ironis tergambar pada dua figur Calon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Menurut Viktus, Airlangga jauh lebih menunjukkan sikap anti-kritik dengan menegasikan eksistensi Indra Bambang Utoyo dalam rapat Korbid yang seharusnya ia pimpin sendiri karena sebagai Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera.

Padahal, peran Indra menurut Viktus sebagai Ketua Korbid Sumatera, telah sukses menambah kursi DPR RI untuk Partai Golkar dalam Pemilu 2019.

Di saat yang sama, Viktus mengatakan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR, mau duduk berjam-jam mendengarkan kritik-kritik pedas tentang DPR, yang disampaikan oleh para peserta final stand up comedy ‘Kritik DPR’, yang diadakan di DPR RI, Selasa (10/9/2019)

“Kedua peristiwa kontras tersebut dapat menjelaskan kepada stakeholders Golkar perihal level kualitas kepemimpinan Airlangga dan Bamsoet. Pemimpin suatu organisasi, termasuk organisasi partai politik itu semestinya memiliki stok nyali yang besar untuk menghadapi kritik dan perbedaan pendapat,” tegas Viktus Murin kepada wartawan, Rabu (11/9/2019)

Itulah sebabnya, lanjut Viktus, sebagai aktivis di Partai Golkar, dirinya secara sadar menempuh pendekatan kritik-otokritik demi kemajuan partai.

“Sayangnya pola kritik-otokritik itu tidak disukai Airlangga. Saya punya beberapa bukti peristiwa bahwa Airlangga tidak menyukai sikap kritis saya,” tegas Viktus.

Mantan Sekjen Presidium GMNI ini menegaskan untuk tiba saatnya seluruh pemangku kepentingan di Partai Golkar melakukan koreksi terhadap kepemimpinan Airlangga yang anti-kritik.

Karena menurutnya, Partai Golkar memerlukan pemimpin baru yang menjadi garansi terjaga dan terawatnya budaya demokrasi di tubuh Partai Golkar.

“Saya pribadi memandang bahwa pemimpin baru yang dibutuhkan Partai Golkar saat ini adalah Bamsoet,” pungkas Viktus. [akurat]