Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez mengaku kurang suka jika memimpin balapan terlalu jauh dari para pesaingnya. Marquez merasa lebih senang jika ada pesaing-pesaing didekatnya hingga terjadi salip-salipan seperti yang terjadi di MotoGP Qatar 2025.
Sebab dengan menghadapi situasi yang sulit, Marquez mengaku justru semakin semangat untuk berprestasi. Berbeda jika terlalu santai, dirinya justru bisa membuat kesalahan seperti yang terjadi di MotoGP Amerika Serikat 2025, di mana ia mengalami kecelakaan sendiri.
1. Senang dengan Tekanan
Awalnya Marquez prediksi akan sulit meraih hasil maksimal di MotoGP Qatar 2025 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Doha, Qatar pada Senin 14 April 2025. Sebab Marquez mengakui dirinya tidak menguasai Sirkuit Lusail
Kendati demikian, saat Marquez menguasai Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, Ia justru tidak meraih hasil maksimal karena gagal finis. Marc Marquez mengatakan saat merasa tertantang memang akan memacu diri meraih hasil semaksimal mungkin.
Lalu ketika dihadapkan situasi yang lebih santai, Marquez akan sedikit kehilangan fokus. Hal-hal buruk pun terjadi, seperti gagal finis.
“Ketika keadaan menjadi sulit saya akan merasa dalam kondisi terbaik, sedangkan ketika keadaan menjadi mudah saya akan membuat kesalahan bodoh seperti yang terjadi di Austin,” kata Marc Marquez dilansir dari Motosan, Rabu (16/4/2025).
“Ini adalah lintasan yang saya perkirakan akan membuat saya menderita, di Austin, yang merupakan lintasan favorit saya tahun ini, saya membuat kesalahan, dan kemenangan ini adalah cara terbaik untuk menanggapi rival saya,” tambahnya.
2. Enggan Puas Diri
Pembalap asal Spanyol itu mengatakan tidak berpuas diri dengan capaian di MotoGP Qatar 2025. Marc Marquez berjanji terus berbenah diri agar performanya terus mengalami peningkatan.
“Saya akan mencoba untuk tetap fokus,” sambung Marquez.
Saat ini Marc Marquez memimpin klasemen MotoGP 2025 dengan 123 poin. Di posisi kedua ditempati oleh pembalap Gresini Racing Alex Marquez dengan 106 poin.(Sumber)