Tekno  

Bill Gates Soal AI: Dominasi Manusia Bakal Berakhir Dalam 10 Tahun

Dalam sebuah wawancara dengan Jimmy Fallon di acara The Tonight Show, tokoh teknologi dunia Bill Gates menyampaikan pandangannya tentang masa depan kecerdasan buatan (AI). Ia memprediksi bahwa dalam waktu sepuluh tahun ke depan, AI akan mengambil alih banyak tugas yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Namun, Gates menegaskan bahwa ini bukan berarti manusia akan tergantikan—melainkan sistem informasi manusia yang akan mengalami peningkatan besar.

“Era yang akan kita masuki adalah era di mana kecerdasan menjadi umum, tidak lagi langka,” ujar Gates. “Seorang dokter hebat, seorang guru hebat — dengan AI, hal-hal itu akan menjadi gratis, mudah diakses. Nasihat medis terbaik, bimbingan belajar berkualitas. Ini luar biasa karena akan menyelesaikan banyak masalah spesifik.”

AI: Antara Harapan dan Kekhawatiran
Di satu sisi, AI menjanjikan efisiensi luar biasa dalam menyelesaikan pekerjaan. Di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan apakah dampaknya terhadap manusia akan sepadan. Gates sendiri mengakui bahwa AI bisa terasa menakutkan karena merupakan wilayah yang benar-benar baru.

“Saya suka bagaimana AI akan mendorong inovasi ke depan,” katanya kepada Fallon. “Tapi ini juga sesuatu yang belum kita pahami sepenuhnya. Bisakah kita mengarahkan perkembangannya? Wajar kalau orang merasa sedikit takut.”

Namun, Gates tetap optimis. Ia melihat AI sebagai alat yang dapat membebaskan manusia dari tugas-tugas rutin yang memakan waktu dan energi, sehingga kita bisa fokus pada hal-hal yang lebih penting.

Dalam sebuah wawancara lain dengan Stephen Colbert, Gates menambahkan bahwa AI bisa menjadi solusi untuk menciptakan pemerataan akses, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

“AI bisa memberikan nasihat medis yang setara kepada siapa pun, tanpa memandang latar belakang ekonomi,” jelasnya. “Dalam pendidikan, AI bisa memotivasi siswa dan membantu guru memahami kemajuan siswanya secara akurat.”

Manusia Tetap Diperlukan—Untuk Apa?
Salah satu kekhawatiran yang diangkat Colbert adalah hilangnya hubungan personal antara manusia. Ia membandingkan hal ini dengan eksperimen psikolog Harry Harlow tentang bayi monyet rhesus yang lebih memilih boneka berbulu lembut ketimbang yang terbuat dari kawat—karena mirip dengan induknya. Ini menunjukkan bahwa sentuhan manusia tetap penting dalam proses belajar dan penyembuhan.

Gates menanggapi dengan optimisme. Ia percaya bahwa AI dapat “belajar” dari para profesional terbaik dalam menciptakan koneksi emosional, sambil tetap tersedia 24 jam sehari.

Pendidikan dan Kesehatan untuk Semua
Dalam wawancara lain dengan Reid Hoffman, pendiri LinkedIn, Gates menjelaskan bahwa AI saat ini sedang dikembangkan untuk membantu dokter menemukan pengobatan baru dan memberikan layanan yang setara untuk semua kalangan. Di bidang pendidikan, AI akan membantu menciptakan sistem belajar yang dipersonalisasi dan lebih akurat.

Gates menyebut ini sebagai “kecerdasan yang gratis dan mudah diakses.”

Bukan Akhir Manusia, Tapi Awal yang Baru
Meskipun Gates bercanda bahwa suatu saat nanti manusia tidak akan “dibutuhkan untuk sebagian besar hal,” ia tidak pernah menyatakan bahwa manusia akan punah. Justru, peran manusia akan berevolusi—dan AI akan menjadi alat bantu, bukan pengganti.

Sebagaimana komputer dahulu pernah menjadi barang langka dan lambat, kini mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Gates yakin, AI akan mengikuti jalur serupa: dari teknologi eksklusif menjadi fasilitas umum yang bermanfaat untuk semua.(Sumber)