News  

Keluarga Cahyono di Lamongan Diteror OTK Usai Laporkan Penyerobotan Tanah Oleh WNA

Keluarga Cahyono, warga Dusun Moro, Desa Moronyamplung, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK) setelah melaporkan dugaan penyerobotan tanah oleh seorang Warga Negara Asing (WNA).

Menurut keterangan M, kakak dari Cahyono, teror yang mereka alami terjadi hampir setiap malam. Bentuk gangguan itu antara lain ketukan pintu berulang kali, lemparan batu ke rumah, hingga perusakan tanaman di sawah milik keluarga mereka.

“Sering kami menerima teror ketukan pintu, lemparan batu di malam hari, hingga tanaman yang kami tanam di sawah dirusak oleh orang yang kami tidak tahu,” ungkap M, Sabtu (16/8).

Kasus teror ini diduga kuat berkaitan dengan laporan resmi yang diajukan Cahyono mengenai penyerobotan tanah oleh seorang WNA. Alih-alih mendapat perlindungan, sejak laporan tersebut diajukan, teror yang dialami justru semakin intensif.

Situasi ini menimbulkan ketakutan dan tekanan psikologis bagi keluarga. Mereka pun berharap aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus teror sekaligus menjamin keamanan keluarga Cahyono.

“Kami hanya ingin keadilan ditegakkan dan keluarga merasa aman di rumah sendiri,” ujar M.

Masyarakat sekitar turut meminta aparat hadir langsung di lapangan untuk memastikan perlindungan hukum berjalan transparan, adil, dan tanpa intimidasi. Pewarta: Hadi Hoy