News  

Rizal Fadillah Sebut Listyo Sigit, Jokowi dan Gibran Merupakan Ancaman Pemerintahan Prabowo

Pemerhati politik dan kebangsaan M. Rizal Fadillah melontarkan kritik tajam terhadap dinamika politik nasional melalui tulisannya yang berjudul “Tritunggal Oposisi Prabowo”. Dalam opininya, Rizal menilai terdapat tiga figur yang disebutnya berpotensi menjadi ancaman serius terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Rizal, ancaman terhadap pemerintahan tidak selalu datang dari pihak oposisi di luar kekuasaan, tetapi juga dapat berasal dari lingkungan yang berada di sekitar bahkan di dalam lingkaran pemerintahan sendiri.

Ia berpendapat Presiden Prabowo perlu mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi berbagai persoalan politik yang berkembang. Rizal juga mengingatkan bahwa pengkhianatan politik kerap datang dari orang-orang yang sebelumnya dianggap dekat atau dipercaya.

Dalam tulisannya, Rizal menyebut tiga tokoh yang disebutnya sebagai “tritunggal oposisi”, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Terhadap Kapolri, Rizal mengemukakan pandangannya bahwa hubungan antara kepolisian dan pemerintah dinilai mengalami berbagai dinamika yang menurutnya dapat memengaruhi efektivitas pemerintahan.

Sementara mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rizal menilai terdapat dinamika politik yang membuat posisi Gibran memiliki peluang untuk memperkuat pengaruhnya di tengah pemerintahan.

Adapun terhadap Joko Widodo, Rizal kembali mengemukakan berbagai kritik yang selama ini pernah disampaikannya, termasuk terkait dugaan pembangunan politik dinasti dan berbagai tuduhan lain yang sebelumnya juga kerap menjadi bagian dari pandangan politiknya.

Pada bagian akhir tulisannya, Rizal menyampaikan sejumlah rekomendasi politik menurut versinya, antara lain pergantian Kapolri, pemakzulan Wakil Presiden Gibran, serta proses hukum terhadap Joko Widodo. Ia juga mengingatkan bahwa apabila berbagai persoalan tersebut tidak ditangani, menurut pandangannya Presiden Prabowo berpotensi ikut menghadapi tekanan politik.

Rizal menutup opininya dengan refleksi moral bahwa kekuasaan pada akhirnya berada di bawah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga setiap pemimpin negara harus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.