News  

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Perlindungan Hukum Untuk Guru SMK Jambi Yang Jadi Korban Pengeroyokan Siswanya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta perlindungan hukum bagi guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang menjadi korban aksi perkelahian dengan muridnya.

“Menanggapi kejadian yang terjadi di SMK Negeri 3 Jabung Timur, Jambi, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi di sekolah merupakan perilaku yang tidak tepat dalam mendukung budaya sekolah yang aman dan nyaman. Kami juga mendorong perlindungan hukum terhadap guru terkait,” kata Mu’ti di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Mu’ti menekankan pentingnya penyelesaian konflik di sekolah dengan pendekatan musyawarah, kekeluargaan, serta pendampingan psikologis bagi siswa agar kesehatan mental tetap terjaga.

Menurutnya, Kemendikdasmen telah mengeluarkan dua peraturan terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

“Pendidikan yang berkualitas dapat terwujud apabila murid merasa aman dan nyaman belajar, guru terlindungi akan hak hukumnya, dan sekolah tumbuh menjadi ruang yang penuh dengan nilai kebersamaan. Setiap persoalan yang terjadi di sekolah sejatinya harus diselesaikan dengan sikap kekeluargaan, edukatif, dan dialog yang menenangkan,” ujar Mu’ti.

Mendikdasmen juga mendorong semua pihak di bidang pendidikan untuk mengimplementasikan dua Permendikdasmen tersebut secara konsisten di wilayah masing-masing.

“Persoalan yang terjadi di SMK Negeri 3 Jabung Timur, Jambi, hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan dan saling mendukung antar warga satuan pendidikan dengan memperkuat rasa menghargai dan menghormati,” tegas Mu’ti.

Insiden ini viral di media sosial, menyusul beredarnya video berdurasi 3 menit 28 detik yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan murid. Awalnya, cekcok verbal berkembang menjadi dugaan pengeroyokan terhadap guru oleh beberapa siswa.

Dalam video lain yang beredar setelah kejadian, guru tersebut tampak mengejar murid dengan senjata tajam jenis celurit. Kondisi ini menimbulkan kehebohan di lingkungan sekolah dan menarik perhatian masyarakat luas.(Sumber)