Amerika Serikat (AS) tampaknya sangat gemar mencomot budaya populer seperti game dan film, untuk dipakai dalam cuplikan video serangan militer mereka ke Iran beberapa waktu belakangan ini.
Video serangan militer yang dikemas dengan potongan adegan game dan film itu lantas dipamerkan lewat akun X resmi White House dengan handle @WhiteHouse.
Sejak operasi militer gabungan AS-Israel ke Iran alias Operation Epic Fury berlangsung pada 28 Februari lalu, ada banyak video serangan yang dipamerkan lewat akun X White House dengan kemasan potongan game dan film.
Salah satu video yang menuai banyak perhatian publik adalah konten serangan ke Iran yang disertai cuplikan video game Call of Duty: Modern Warfare 3, diunggah ke akun X @WhiteHouse pada 4 Maret dengan durasi sekitar satu menit.

Video itu dibuka dengan animasi “Killstreak” dari game Call of Duty: Modern Warfare 3, berlanjut menampilkan serangan AS ke sejumlah target di Iran. Setelah konten ini tayang, video lain serangan AS dengan cuplikan game dan film bermunculan.
Comot Spongebob, GTA: San Andreas, Iron Man, dll
Akun X Gedung Putih pada 6 Maret kemarin, setidaknya terdapat tiga unggahan video serangan militer yang dikemas dengan cuplikan game dan film lain. Misalnya, video serangan militer AS dengan potongan film kartun Spongebob.
Dalam video tersebut, konten menampilkan tokoh utama Spongebob yang mengatakan beberapa kali kalimat ini, “Wanna see me do it again?” atau “Ingin melihatku melakukannya lagi?”. Setelah tokoh mengucapkannya, terdapat potongan video serangan AS ke Iran.
Video serangan militer yang mencomot film Spongebob ini disertai dengan caption, “Tidak akan berhenti sampai tujuan tercapai. Tak kenal lelah. Tak menyesal.”
Potongan adegan game juga kembali digunakan. Masih di 6 Maret kemarin, akun X Gedung Putih mengunggah video serangan militer AS ke Iran yang dibuka dengan animasi ikonik tokoh Carl Johnson alias CJ dari game GTA: San Andreas.
Video berdurasi sekitar 40 detik tersebut menampilkan CJ yang tengah memulai misi awal dengan ucapan legendaris “Ah shit, here we go again”, lalu diselipkan konten-konten rudal AS yang mengenai target di Iran.
Pada unggahan video itu, tertulis caption seperti ini, “Operation Epic Fury. Hancurkan persenjataan rudal Iran. Hancurkan angkatan laut mereka. Pastikan mereka tidak pernah mendapatkan senjata nuklir. Target terkunci”.
Selain video yang mencomot animasi GTA: San Andreas, akun X White House juga mengunggah video serangan militer AS ke Iran yang disisipi dengan adegan sejumlah tokoh dari berbagai film.
Video yang juga diunggah pada 6 Maret di akun @WhiteHouse itu dibuka dengan adegan Tony Stark dalam film Iron Man. Kemudian, disusul dengan cuplikan film Gladiator, Braveheart, Top Gun, Superman, Transformer, Deadpool, dan ditutup dengan film Yu-Gi-Oh.
Dalam video itu, terdapat caption “Keadilan dengan cara Amerika”. Format konten tersebut mirip video-video serangan AS ke Iran lainnya yang diunggah akun X White House. Jadi setelah ditunjukkan potongan film, cuplikan serangan AS ke Iran akan ditampilkan.
Dinilai tidak pantas dan menormalisasi perang
Penggunaan budaya populer seperti film dan game dalam konten serangan AS ke Iran yang diunggah White House di X menuai banyak kecaman dari warganet karena dinilai sangat tidak pantas
Misalnya, dalam kolom balasan konten video Spongebob, banyak warganet yang berkomentar jika karakter kartun bukan tentara dan tidak layak dijadikan alat promosi perang atau kekerasan.
Selain itu, dalam kolom balasan unggahan video-video lain, sebagian pengguna menilai Gedung Putih tidak sensitif karena mengemas serangan militer seperti adegan permainan video atau film.
Sebagian lainnya menganggap pendekatan tersebut berpotensi menormalisasi atau “menggamifikasi” konflik bersenjata yang sebenarnya menimbulkan korban nyata.
Sebagai informasi, konten-konten yang mencomot film dan game tersebut muncul beberapa hari setelah AS dilaporkan bergabung dengan Israel dalam serangan udara ke Iran.
Salah satu insiden yang disorot adalah serangan rudal yang mengenai sekolah dasar (SD) perempuan Shajareh Tayyebeh di Iran pada 28 Februari 2026. Laporan menyebutkan sejumlah anak termasuk di antara korban tewas.
AS dan Israel belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya masih menyelidiki insiden itu.(Sumber)












