News  

Dosen UI: Ekonomi Indonesia Tak Sebanding China, Selisih PDB Capai 13,3 Kali Lipat

Dosen UI Ronnie H. Rusli menyatakan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan China. Pernyataan tersebut disampaikannya melalui akun X (Twitter) pada 7 Juni 2026, dengan merujuk pada data perbandingan Produk Domestik Bruto (PDB) dari Bank Dunia.

Ronnie yang memiliki rekam jejak sebagai dosen UI serta pernah menjabat di Kementerian Koordinator Maritim (Eselon I 2015–2016), Kemenko Ekuin (Eselon II 1990–1993), Tim Tarif Departemen Keuangan, serta penasehat fraksi di DPR RI itu menyoroti kesenjangan ekonomi kedua negara yang dinilai sangat signifikan.

Dalam unggahannya, ia mengutip data yang menunjukkan bahwa nilai PDB China mencapai sekitar 20,65 triliun dolar AS, sementara Indonesia berada di kisaran 1,55 triliun dolar AS.

“China has a GDP of $20.65T compared to Indonesia’s $1.55T, making the former economy 13.3x larger,” tulisnya.

Berdasarkan perbandingan tersebut, Ronnie menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak dapat disandingkan secara langsung dengan China, mengingat skala dan kapasitas ekonominya yang terpaut hingga 13,3 kali lebih besar.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan fundamental ini seharusnya menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan ekonomi nasional, termasuk dalam membandingkan daya saing maupun strategi pembangunan antara kedua negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait pernyataan tersebut. Namun, sejumlah ekonom sebelumnya juga kerap menilai bahwa perbandingan Indonesia dengan China perlu dilihat secara proporsional, terutama dari sisi ukuran ekonomi, populasi, serta tingkat industrialisasi.