News  

Rizal Fadillah Sebut Jokowi, Prabowo, dan Gibran sebagai “Tiga Ruwet Indonesia”

Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah kembali melontarkan kritik keras terhadap kondisi politik nasional. Dalam pernyataan tertulis berjudul “Tiga Ruwet Indonesia: Jokowi, Prabowo, dan Gibran”, Rizal menilai pergantian pemerintahan tidak membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat.

Menurut Rizal, berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini masih berkaitan dengan pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Presiden RI Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Dalam tulisannya, Rizal menyoroti istilah “Indonesia Gelap” yang sempat muncul dalam berbagai aksi mahasiswa. Ia menilai kritik tersebut lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap kondisi bangsa, bukan semata-mata karena kepentingan politik.

Rizal juga berpendapat bahwa pengaruh Jokowi masih kuat dalam pemerintahan pasca-pergantian kekuasaan. Ia menuding berbagai persoalan hukum dan tata kelola pemerintahan belum terselesaikan karena masih adanya kekuatan politik yang melindungi mantan presiden tersebut.

Sementara terhadap Prabowo, Rizal menilai pemerintahan saat ini belum mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Ia mengkritik sejumlah program pemerintah yang menurutnya lebih menonjolkan aspek pencitraan dibandingkan penyelesaian masalah mendasar yang dihadapi masyarakat.

Adapun terhadap Gibran, Rizal melontarkan kritik terkait kapasitas dan legitimasi politiknya sebagai wakil presiden. Ia menilai kehadiran Gibran dalam pemerintahan belum memberikan dampak signifikan bagi perbaikan kondisi masyarakat.

Dalam bagian akhir pernyataannya, Rizal menyampaikan pandangannya mengenai langkah yang menurutnya perlu ditempuh untuk memperbaiki kondisi bangsa. Ia menyerukan proses hukum terhadap Jokowi serta mendorong upaya pemakzulan terhadap Prabowo dan Gibran melalui mekanisme konstitusional.

“Untuk perbaikan ke depan maka tiga ruwet di atas harus dihilangkan. Ini keniscayaan untuk memulai membangun kepercayaan dan kesejahteraan,” tulis Rizal dalam pernyataannya yang diterbitkan di Bandung, Minggu (7/6/2026).

Pernyataan tersebut menambah deretan kritik yang selama ini disampaikan Rizal terhadap pemerintahan saat ini maupun pemerintahan sebelumnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi, Prabowo, maupun Gibran terkait pernyataan tersebut.

Sebagai negara demokrasi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi. Namun, berbagai tuduhan maupun klaim yang disampaikan dalam kritik politik tetap memerlukan pembuktian melalui mekanisme hukum dan institusi yang berwenang.