News  

Alief Bintang Haryadi Kecam Keras Aksi Pelemparan Bom Molotov di Jakarta Utara

Alief Bintang Haryadi (IST)

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Alief Bintang Haryadi, S.H., mengecam keras aksi pelemparan bom molotov yang terjadi di wilayah Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga dan menyebabkan kerusakan pada sepeda motor milik seorang pengendara yang melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga aksi tersebut melibatkan empat orang pelaku dan saat ini masih dalam proses pengejaran aparat kepolisian.

Menurut Alief Bintang Haryadi, tindakan pelemparan bom molotov merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi karena mengancam keselamatan masyarakat dan berpotensi menimbulkan korban jiwa. Ia meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk menangkap seluruh pelaku serta mengusut tuntas motif di balik kejadian tersebut.

“Kami mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar memberikan efek jera,” ujar Alief dalam pernyataan kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Politisi Partai Gerindra itu juga mengapresiasi langkah cepat jajaran Polsek Koja dan Polres Metro Jakarta Utara yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta mengumpulkan rekaman CCTV guna mengungkap identitas para pelaku. Ia berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional dan transparan.

Lebih lanjut, Alief mengimbau masyarakat Jakarta Utara untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia meminta warga untuk menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada aparat penegak hukum serta meningkatkan kewaspadaan lingkungan melalui koordinasi dengan RT, RW, dan pihak kepolisian setempat.

Menurutnya, keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan patroli keamanan serta penguatan sistem pengawasan lingkungan di wilayah yang dianggap rawan gangguan kamtibmas.

Diketahui, peristiwa pelemparan bom molotov tersebut terjadi pada Senin (22/6/2026) di Jalan Mandiri II, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu unit sepeda motor mengalami kerusakan akibat terbakar. Aparat kepolisian hingga saat ini masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.