Politik

15 Tahun PKS Berkuasa, Sekjen Gerindra: Tidak Beres Mengurus Kota Depok

0

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan pihaknya sudah mewakafkan Pradi Supriatna untuk maju sebagai calon Wali Kota Depok di Pilkada 2020. Pradi merupakan salah satu kader Gerindra yang di Pilkada Depok berpasangan dengan Afifah Alia.

Muzani menilai, Pradi dipilih karena dipercaya mampu mengatasi berbagai persoalan di Depok, yang merupakan salah satu kota strategis penyanggah Jakarta.

“Masyarakat Depok problemnya masih banyak. Kemiskinan ada, pengangguran banyak. Tugas seorang pemimpin, tugas seorang wali kota bagaimana mensejahterahkan rakyat,” kata Muzani saat bertemu dengan sejumlah kader internal Gerindra di Depok, 28 September 2020.

Muzani menyebut, Pradi dan Afifah memiliki sepuluh program unggulan, antara lain memajukan bidang pendidikan. Salah satunya terkait pendidikan agama, yakni keberadaan sekolah aliyah negeri.

“Ngakunya kota santri, tapi pendidikan aliah negeri tidak ada. Ini berarti ada yang tidak beres mengurus Kota Depok,” tuturnya

Kemudian, Muzani juga sempat menyinggung masalah kesehatan yang menjadi salah satu program unggulan pasangan nomor urut satu tersebut.

“Orang Depok kalau sakit itu ditanya kartu BPJS-nya. Bagaimana, pendapatannya PAD (pendapatan asli daerah) gede, APBD-nya gede. Maka itu saya minta ke Pradi, cukup tunjukkan KTP (kartu tanda penduduk),” ujarnya.

Menurut dia, kalau ada warga Depok yang ber-KTP Depok sakit, maka rumah sakit yang bayar tagihannya melalui dana pemerintah daerah.

“Tugas wali kota pemimpin itu mempermudah masyarakat. Jangan mempersulit masyarakat,” lanjut Wakil Ketua MPR itu.

Kemudian, dengan dua ide gagasan dari sekian banyak program yang pro rakyat, Gerindra mantap mengusung Pradi dan Afifah

“Karena itu salah satu tanggungjawab kami menghadirkan pemimpin, menghadirkan wali kota yang mampu memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pradi dan Bu Afifah kami pandang mampu menghadirkan kualitas pemimpin yang terbaik,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pradi dan Afifah diusung oleh enam partai, yakni Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PAN dan PSI dengan perolehan 33 kursi di DPRD Depok.

Gerbong yang disebut Koalisi Depok Bangkit ini diperkuat dengan hadirnya sejumlah partai non parlemen, seperti Hanura, PKPI, Partai Garuda, PBB, Nasdem dan Perindo.

Sedangkan, PKS sebagai kubu petahana yang telah 15 tahun memimpin Kota Depok berkoalisi dengan PPP dan Demokrat yang memiliki 17 kursi di DPRD Depok.

Koalisi Tertata Adil Sejahtera itu didukung satu partai non parlemen, yakni Partai Gelora untuk memenangkan pasangan Mohammad Idris dan Imam budi Hartono dari nomor urut dua. {viva}

Bukan Pindah Atau Bangun Baru, Kader Minta Gedung Lama Golkar Kota Bekasi Dipertahankan

Previous article

Ini Cara Mudah Gunakan dan Manfaatkan Google Analytics

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *