Kerusuhan Berdarah di PT GNI, Partai Buruh Desak Bupati dan Kadisnaker Morowali Utara Mundur

Kejadian demonstrasi yang berujung korban meninggal dunia di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) ikut disoroti Partai Buruh dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada hari ini, Senin (16/1).

“Partai Buruh mengecam Bupati Morowali Utara dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Morowali Utara karena berdasarkan laporan, hanya sepihak selalu melindungi kepentingan pengusaha,” ujar Ketua Umum Partai Buruh, Said Iqbal, di lokasi acara Rakernas di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat.

“Itu yang dirasakan para Buruh. Sebaiknya mundur,” imbuhnya menegaskan.

Maka dari itu, Said juga meminta kepada pemerintah pusat untuk ikut menginvestigssi standar operasional prosedur (SOP) terkait dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT GNI.

Said menuturkan, aksi yang berujung maut dipicu oleh kecelakaan kerja yang dialami 2 pekerja PT GNI yang berujung meninggal dunia akibat buruknya K3.

“Dua orang ini sedang bekerja, listrik mati, tungkunya meledak dan mereka tidak bisa melompat karena tinggi sekali. Kami meminta pemerintah pusat, bukan daerah, memeriksa K3 perusahaan nikel itu. Itu berbahaya sekali,” tuturnya.

“Penyelesaian memang sudah ada dalam rupa pemberian santunan tapi teman-teman (pekerja) ini merasa terancam karena K3 di sana buruk sekali, menurut informasi yang kami terima,” demikian Said menambahkan.(Sumber)