News  

Jangan Sampai Penegak Hukum Dituding Mandul Tak Proses Investasi Telkomsel ke GoTo Rp.6,7 Triliun

Aparat Penegak Hukum (APH) seharusnya mengusut investasi BUMN Telkomsel ke GoTo senilai Rp 6,7 triliun yang dianggap penuh kejanggalan.

Aktivis yang juga pegiat media sosial, Faizal Assegaf berpendapat, aparat penegak hukum (APH) jangan sampai dicap oleh publik mandul jika mendiamkan skandal yang merugikan negara triliunan rupiah itu.

“Jangan kasus ini dibiarkan seolah lembaga-lembaga penegak hukum KPK dan Kejaksaan ini mandul. Rakyat sudah muak,” kata Faizal dalam video yang diunggah di akun Twitter pribadi miliknya, Selasa (14/2).

Diketahui, investasi Telkomsel yang merupakan anak perusahaan BUMN Telkom kepada GoTo, perusahaan merger Gojek dan Tokopedia penuh kejanggalan. Selain Telkomsel merugi akibat investasi ini, ternyata kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir, Garibaldi Thohir merupakan komisaris utama GoTo.

Menurut Faizal, penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh menteri, khususnya Menteri BUMN Erick Thohir ini berbahaya bagi keberlangsungan pemerintah Presiden Joko Widodo-Maruf Amin.

“Kalau dibiarkan maka seluruh menteri akan bertindak sama seperti Erick Thohir. Presiden Jokowi harus tendang dia dari lingkaran kekuasaan,” tandas Faizal.

Sebelumnya, kejanggalan investasi Telkomsel ke GoTo ini diungkap oleh mantan Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto (AEK). Edy membeberkan bahwa pasca pembelian saham GoTo oleh Telkomsel, pada 18 Mei 2021 yakni 150 juta dollar AS atau setara Rp 2,1 triliun yang dikoversi menjadi 29.708 lembar.

Lalu 300 juta dollar AS setara Rp 4,2 triliun yang merupakan opsi beli menjadi 59.417 lembar. Sehingga total 89.125 lembar saham senilai Rp6,3 triliun uang Telkomsel mengalir kepada GoTo.

Namun Edy mengungkap, pada 13 Mei 2022 saham GoTo anjlok 50 persen lebih sejak IPO menjadi Rp 194 perlembar. Nilainya turun sebesar 26 persen dari harga pembelian oleh Telkomsel yakni Rp 265,5 perlembar.

Di sini, Edy bertanya sekaligus heran dan curiga lantaran kakak kandung Erick Thohir tiba-tiba menjadi pemegang 1 miliar lembar saham GoTo pasca perusahaan itu disuntik dana atau sahamnya dibeli oleh Telkomsel yang merupakan anak perusahaan BUMN.(Sumber)