News  

Usai Demam dan Gejala Takut Angin-Air, Balita NTT Korban Gigitan Anjing Rabies Meninggal

Baru-baru media sosial dihebohkan dengan video seorang balita di NTT yang sedang diperiksa oleh dokter setelah mengalami insiden digigit anjing rabies.

Melansir dari akun Instagram @unikindo_id, bocah yang diketahui berusia 5 tahun itu berasal dari Desa Habi, Kange, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balita tersebut disebutkan mengalami gigitan anjing rabies di bagian wajahnya. Setelahnya ia mengalami demam hingga muntah-muntah.

Dalam video yang beredar, bocah itu ditemani dengan ibunya tengah berada di rumah sakit untuk melakukan perawatan medis.

Bocah tersebut langsung diberikan suntukan vaksin anti rabies sebanyak dua kali. Tak hanya itu, dokter juga melakukan beberapa pemeriksaan terkait gejala penyakit rabies.

Dokter terlihat memeriksa bocah tersebut dengan angin. “Kalau dengan angin bisa tidak? Kena angin gitu bisa?,” tanya dokter.

Dokter terlihat mengambil nampan dan mengipaskan kepada bocah tersebut. Bocah itu terlihat ketakutan dan mendekat ke ibunya.

Hal tersebut diketahui sebagai salah satu gejala dari rabies akibat tertular gigitan anjing. Tak hanya itu, bocah tersebut juga mengaku sakit tenggorokan saat meminum air.

“Rasanya gimana, enak tidak airnya? Tidak ada rasa tercekik di sini?,” tanya dokter lagi. Bocah itu langsung menggeleng seolah meyakinkan bahwa tenggorokannya sakit.

Diketahui, tak lama setelah mendapatkan perawatan sang bocah malang itu dikabarkan meninggal dunia pada Senin (8/5/2023).(Sumber)