KSAL Laksamana Muhammad Ali angkat bicara terkait kasus penembakan terhadap pengusaha rental mobil di Rest Area KM 45 Jalan Tol Tangerang-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (2/1). Sebab, ada dugaan pelaku penembakan merupakan anggota dari kesatuannya.
Akibat insiden itu, satu orang yang merupakan pemilik mobil berinisial IAR tewas. Kemudian anggota dari Asosiasi Rental Mobil Indonesia (ARMI) berinisial RAB mengalami luka tembak.
Pelaku diduga merupakan anggota TNI, sebelumnya matra TNI AU membantah jika pelaku merupakan bagian dari kesatuannya. Sementara, dari pihak TNI AL, mereka mengaku masih menyelidiki seseorang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Identitasnya belum diungkap, namun oknum itu sudah diamankan oleh Puspom AL.
Laksamana M Ali memastikan, pihaknya akan menindak tegas oknum tersebut jika benar terlibat dalam penembakan. “Iya, sudah pasti. Kalau terbukti bersalah kita akan tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” kata Ali kepada kumparan, Jumat (3/1).
Ali sendiri belum mendapat laporan secara detail mengenai kasus yang menimpa anggotanya. Namun ia menjamin penanganan perkara akan transparan dan pelaku akan dihukum sesuai aturan yang berlaku.
Sedangkan Danpuspom AL, Laksamana Muda TNI Samista, mengaku pihaknya masih melakukan proses penyelidikan atas kasus itu untuk dapat memastikan kebenaran keterlibatan anggotanya.
“Masih lidik ya kita. Kita masih lidik, kita masih mengumpulkan apakah ada satu keterlibatan atau tidak, kita masih belum bisa memastikan,” ujar dia.
Peristiwa bermula ketika mobil rental merek Honda Brio milik IAR disewa seseorang berinisial AS selama tiga hari. Kemudian, IAR menerima notifikasi bahwa GPS yang dipasang pada mobil dicabut sehingga menimbulkan kecurigaan mobil akan digelapkan.
IAR dan dua anaknya kemudian melakukan penelusuran dan menunju ke Pandeglang, Banten, usai mendapat titik keberadaan mobilnya. Saat mendapati mobilnya dan dihampiri, ternyata mobil Honda Brio itu bukan lagi dikemudikan oleh AS dan sudah berpindah tangan.
Namun demikian, ketika hendak disergap, salah seorang pelaku ada yang membawa senjata api sehingga IAR mengurungkan niat untuk mengambil mobilnya dan hanya membuntuti para pelaku. Anak IAR, Agam Muhammad Nasrudin bahkan mendengar salah satu pelaku berteriak bahwa dirinya anggota sambil mengacungkan senjata api.
“Iya saya dengar, dia bilang ‘saya anggota TNI AU’ itu waktu di Saketi, Pandeglang, pada 1 Januari 2025. Waktu dia menakuti kami dan mengeluarkan senjata, makanya kami minta pendampingan polisi di Polsek Cinangka, tapi ditolak,” kata Agam Muhammad.