Bek naturalisasi Timnas Indonesia, Jay Idzes, memberikan respons penuh dukungan atas keputusan PSSI memutus kontrak pelatih kepala Shin Tae-yong.
Dalam unggahan Instagram Stories-nya, pemain berdarah Belanda ini menyampaikan rasa terima kasih kepada Shin atas kenangan yang telah mereka buat bersama Timnas, sembari menegaskan pentingnya bersatu demi kebaikan Indonesia.
“Coach, terima kasih atas kenangan yang kita buat bersama Timnas. Kita menulis sejarah bersama, dan saya akan selalu mengenang setiap momen itu. Meski dunia ini keras, saya percaya bahwa federasi akan selalu membuat keputusan terbaik untuk negara. Mari kita bersatu dan berjuang untuk mimpi kita. Kita Garuda!” tulis Idzes.
Dinamika Ruang Ganti dan Masa Depan Timnas
Unggahan Idzes muncul di tengah dinamika ruang ganti Timnas pasca serangkaian hasil kurang memuaskan di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Shin Tae-yong, yang telah menangani Timnas sejak 2020, menghadapi kritik atas kurangnya taktik yang jelas meskipun berhasil meningkatkan fisik dan mental para pemain.
PSSI, melalui Ketua Umum Erick Thohir, mengumumkan pemutusan kontrak Shin Tae-yong pada Senin, 6 Januari 2025. Erick menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi menciptakan kepemimpinan yang lebih selaras dengan visi para pemain dan target besar sepak bola Indonesia.
“Kami melihat perlunya ada pimpinan yang lebih bisa menerapkan strategi yang disepakati para pemain dan memiliki komunikasi yang baik. Segala kekurangan akan kami atasi demi target Piala Dunia,” ujar Erick.
Peran Naturalisasi dalam Timnas
Idzes, bersama pemain naturalisasi lainnya seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Thom Haye, menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga membawa profesionalisme baru ke skuad Garuda.
Namun, laporan media menyebutkan bahwa beberapa pemain naturalisasi merasa standar taktik di Timnas masih perlu ditingkatkan. Pertemuan tertutup yang dilakukan para pemain tanpa pelatih usai kekalahan dari Jepang menjadi indikasi adanya perbedaan visi antara skuad dan pelatih.
Harapan ke Depan
Erick Thohir mengumumkan bahwa pelatih baru Timnas Indonesia akan tiba pada 11 Januari dan diperkenalkan secara resmi ke publik sehari setelahnya. Pelatih ini akan didukung oleh tim asisten berkualitas tinggi untuk memastikan strategi yang lebih matang dan konsisten.
“Timnas itu milik Indonesia, bukan milik Erick Thohir atau pelatih tertentu. Kami ingin hasil yang konsisten dan pengukuran kinerja yang jelas,” kata Erick.
(Sumber)