Kajian Politik Merah Putih: Oligarki Kendalikan Politik dan Ekonomi Indonesia, Prabowo Harus Tunduk

Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menyoroti dominasi oligarki dalam berbagai sektor di Indonesia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, hingga media massa. Menurutnya, oligarki telah menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah politik nasional, termasuk dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres).

“Oligarki memiliki saham terbesar dalam mengelola Pilpres, bukan hanya melalui dukungan finansial, tetapi juga dalam pengendalian dan penentuan angka kemenangan bagi kandidat yang mereka pelihara,” ujar Sutoyo kepada Radar Aktual, Ahad (23/3/2025).

Ia juga menyinggung dominasi ekonomi oleh kelompok tertentu, termasuk etnis Tionghoa yang disebut hanya 1,2% dari populasi tetapi menguasai 90% ekonomi nasional. Menurutnya, ketimpangan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat oligarki semakin kuat dan sulit digoyahkan.

Lebih lanjut, Sutoyo menyinggung hubungan Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyatakan bahwa ultimatum yang diberikan kepada Prabowo jika berani mengusik oligarki menunjukkan betapa kuatnya cengkeraman kelompok tersebut dalam pemerintahan.

“Kalau Prabowo berani melawan oligarki, maka ekonomi negara akan diguncang. Ini adalah peringatan dari presiden boneka mereka,” tambahnya.

Sutoyo juga menegaskan bahwa tunduknya Prabowo terhadap Jokowi bukan sekadar urusan politik personal, tetapi lebih pada kepatuhan terhadap oligarki dan kepentingan luar negeri, termasuk China.

“Prabowo bukan tunduk pada Jokowi, tetapi pada oligarki dan Xi Jinping (RRC),” tegasnya.