News  

Anies Baswedan Jadi Presiden Saja!

Pagi ini ada pesan masuk. Datang dari Bapak H. Ayi Sulaeman. Beliau Ketua Dewan Pembina Jabar Manies (Jawa Barat Bersama Anies). Relawan senior. Pejuang sekaligus pecinta Anies.

Simpul Relawan Jabar Manies belum kami bubarkan. Kami berharap Jabar Manies terus berjuang hingga Anies Baswedan menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ada kesempatan bila masih ada umur di tahun 2029 dan 2034. Ketika itu, Anies Baswedan baru berumur 65 tahun.

Presiden Prabowo saat terpilih berumur 73 tahun. Jusuf Kalla tahun 2014 terpilih sebagai Wakil Presiden sudah berumur 72 tahun. Bahkan Ma’ruf Amin terpilih sebagai Wakil Presiden menginjak usia 76 tahun.

Joe Biden terpilih sebagai Presiden Amerika di usia 78 tahun. Donald Trump Presiden Amerika ke-45 berumur 70 tahun. Anwar Ibrahim terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia kala berusia 75 tahun. Sebelumnya, Anwar Ibrahim dikenal sebagai pemimpin oposisi.

Isi pesannya singkat, “Anies jangan jadi menteri! Kalau cuma menteri sayang, bergerak hanya di satu bidang. Malah menurunkan pamor di masyarakat. Kalau ditawarin wakil presiden bolehlah”.

Penulispun menjawab singkat, “Belum ada tanda-tandanya ABW masuk kabinet.” ABW biasa kami gunakan dalam percakapan sehari-hari. ABW akronim Anies Baswedan.

Pro kontra Anies Baswedan jadi menterinya Prabowo dalam beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung Anies Baswedan pasca orang dekat Anies Baswedan, Tom Lembong mendapat abolisi dari Presiden Prabowo.

Banyak yang memaknai pemberian abolisi oleh Presiden Prabowo kepada Tom Lembong bakal berlanjut dengan tawaran Anies Baswedan bergabung menjadi menterinya Prabowo.

Padahal belum tentu. Anies Baswedan pun belum bersikap. Pasalnya menurut Anies Baswedan ia akan bersikap bila memang ada tawaran bergabung. Hingga hari ini kita melihat dari ring 1 PS belum ada tanda-tanda bakal bergabungnya Anies Baswedan di kabinet Prabowo.

Memang ada beberapa pengamat politik yang dulunya pendukung Anies Baswedan seperti Rocky Gerung, Syahganda Nainggolan dan Refly Harun yang mendorong Presiden Prabowo mengajak Anies Baswedan untuk menjadi menterinya. Sementara Anies Baswedan sendiri belum bersuara.

Saat debat perdana Pilpres 2024 yang lalu, Anies Baswedan dengan lantang menyatakan bahwa tidak semua politisi mampu menjadi oposisi pemerintah.

“Sayangnya tidak semua orang tahan untuk berada menjadi oposisi. Seperti disampaikan Pak Prabowo, Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi oposisi,” kata Anies disambut sorak sorai pendukungnya.

Masih menurut calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, dalam negara demokrasi, pemerintah dan oposisi sama-sama terhormat. Dalam proses pengambilan keputusan, oposisi akan memberikan pandangan dan berbeda. Perspektif ini membantu masyarakat memberikan penilaian yang lebih komprehensif.

Bila kita merujuk apa yang disampaikan Anies Baswedan saat debat perdana Pilpres 2024 lalu, rasanya Anies Baswedan akan tetap berada diluar pemerintahan Presiden Prabowo. Apalagi Anies bukan seorang pebisnis seperti Prabowo.

Menurut Anies seperti disampaikannya dalam debat Pilpres 2024,
“Kekuasaan lebih dari soal bisnis, kekuasaan lebih dari soal uang, kekuasaan adalah kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat.”

Karena itu, penulis menduga Anies Baswedan akan tetap berada diluar kekuasaan seperti kata Anies, “Oposisi itu penting dan sama-sama terhormat.”

Wallahua’lam bish-shawab
Bandung, 15 Shafar 1447/9 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis