Rayakan 50 Tahun Gelar Niki Lauda di Monza, Ferrari Pakai Warna Biru di F1 GP Italia

Setelah tutup buku atas hasil mengecewakan di F1 GP Belanda, Ferrari harus segera fokus pada acara spesial lainnya, Grand Prix Italia. Di Monza, mereka akan mengandalkan dukungan ribuan tifosi yang ingin membalikkan keadaan. Mereka akan melakukannya dengan desain khusus yang merujuk pada sejarah Cavallino.

Seperti yang telah mereka tunjukkan di media sosialnya, Ferrari akan mengenakan warna biru untuk memperingati 50 tahun gelar pertama Niki Lauda bersama Ferrari, yang anehnya juga diraih di GP Italia di Monza yang diadakan pada 7 September.

Scuderia menggunakan warna biru pada overall mekanik pada 1970-an dan mengkombinasikan warna merah dengan putih dan biru pada mobil Ferrari 312T di mana Lauda merebut pole position dan finis urutan ketiga (Clay Regazzoni menang), yang cukup untuk menggondol titel F1 pertamanya. Ia kemudian memenangi dua gelar lagi pada 1977 dan 1984, yang terakhir bersama McLaren F1.

Mobil 321T itulah yang ditampilkan dalam video saat Ferrari meluncurkan corak ini. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, serta para mekanik mereka, akan mengenakan kaus biru dan topi biru. Namun, jaket pembalap akan tetap berwarna merah seperti biasa, meskipun dengan sentuhan vintage pada kain dan logo Kuda Jingkrak, yang akan terlihat seperti pada tahun 1970-an.

Mahkota Lauda, yang juga membawa gelar juara Konstruktor 1975, mengakhiri paceklik selama 11 tahun. Ferrari kini telah melewati 18 tahun tanpa gelar juara dunia pembalap (sejak 2007) dan 17 tahun tanpa titel konstruktor (sejak 2006).

Ferrari telah menggunakan warna biru baru-baru ini di GP Miami 2024, tetapi terutama di GP Miami 2025 beberapa bulan yang lalu, ketika mereka menunjukkan desain mobil malah menuai banyak kritik. Meskipun dekorasi tersebut tidak banyak mengubah nasib skuad Italia, biru akan selalu menjadi warna yang dikenang sebagai warna yang identik dengan kesuksesan.

Penghormatan kepada Lauda akan sangat menyentuh bagi Hamilton, yang menjalin persahabatan mendalam dengan pembalap asal Austria tersebut selama masa-masa cemerlang mereka di Mercedes.(Sumber)