News  

Tadzkirah untuk Ustaz Abu Bakar Ba’asyir: Kunjungan ke Jokowi Dinilai Bisa Legitimasi Kezaliman

Aktivis dakwah Ahmad Khozinudin menyampaikan tadzkirah (nasihat) khusus kepada Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (Ust ABB) terkait kunjungannya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, meski secara fiqh pertemuan itu hukumnya mubah, bahkan bisa bernilai sunnah jika dimaknai sebagai upaya memberi nasihat, namun dalam konteks amar ma’ruf nahi mungkar, tindakan tersebut bisa berbahaya.

“Dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih. Menghilangkan kerusakan akibat kezaliman Jokowi harus diutamakan daripada berharap ada maslahat dari memberi nasihat,” kata Khozinudin dalam tulisannya, Kamis (2/10/2025).

Ia menilai, rekam jejak Jokowi yang dinilainya membubarkan ormas Islam (HTI dan FPI), mengkriminalisasi ulama, hingga bungkam soal tragedi KM 50, Kanjuruhan, dan KPPS, menunjukkan bahwa peluang nasihat untuk diterima Jokowi hampir mustahil.

Lebih jauh, Khozinudin menegaskan bahwa kunjungan Ust ABB ke Jokowi bisa dipelintir sebagai legitimasi politik, terutama di tengah situasi Jokowi yang disebutnya sedang menghadapi krisis legitimasi akibat polemik ijazah palsu.

“Kalau Ust ABB saja bertemu dengan Jokowi, kenapa saya tidak boleh dan dipersoalkan? Begitu kira-kira nanti dalihnya,” ujarnya, mengingatkan potensi dampak negatif pertemuan tersebut.

Khozinudin menyebut, saat ini Jokowi sangat membutuhkan narasi perdamaian untuk mencari jalan keluar dari persoalan hukum terkait ijazah. Dengan adanya legitimasi tokoh, pertemuan itu bisa dipakai sebagai alasan pencabutan laporan atau gugatan yang menjeratnya.

“Jika pertemuan itu terjadi, niat baik bisa berubah menjadi legitimasi terhadap exit strategy Jokowi. Itu justru memperpanjang usia kezaliman,” tulisnya menegaskan.

Di akhir tadzkirahnya, Khozinudin mengingatkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dan tokoh Islam lain untuk tidak kembali menemui Jokowi. Menurutnya, sikap menjaga jarak lebih maslahat demi menjaga marwah perjuangan umat.