News  

Lintang Fisutama Dukung Langkah Tegas Gubernur Pramono Tolak Atlet Israel di Jakarta

Barisan Jakarta (BAJA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menolak kehadiran atlet Israel bertanding di Jakarta. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan arah politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana kembali ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada KTT Solusi Dua Negara di New York, 23 September 2025.

Dalam pidatonya di forum tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mengakui negara Israel hanya setelah Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dari para pemimpin dunia karena mencerminkan prinsip dasar diplomasi Indonesia yang bebas aktif dan menentang segala bentuk penjajahan.

BAJA melalui Ketua Umum Lintang Fisutama menilai, sikap Gubernur Pram di Jakarta merupakan implementasi nyata dari semangat nasional tersebut di tingkat daerah. Sebagai ibu kota negara, Jakarta harus menjadi cerminan komitmen Indonesia terhadap nilai-nilai kemerdekaan dan solidaritas internasional yang telah menjadi jati diri bangsa sejak era Presiden Soekarno.

“Langkah Mas Pram adalah kelanjutan dari semangat Bung Karno yang pada 1962 menolak keikutsertaan Israel di Asian Games dan memboikot kualifikasi Piala Dunia 1958 demi solidaritas dengan rakyat Palestina. Ini bukan soal olahraga semata, tapi tentang sikap moral dan keberpihakan,” ujar Lintang melalui keterangan tertulis kepada redaksi.

Bung Karno pernah berujar, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang Palestina, maka selama itu bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

BAJA juga menilai pernyataan Mas Pram sejalan dengan gelombang dukungan internasional terhadap Palestina yang semakin kuat, sekaligus mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam situasi global yang sarat ketegangan, Indonesia tidak boleh kehilangan arah moral dan historisnya, berpihak kepada kemerdekaan, keadilan, dan kemanusiaan.

Semangat itu kini diteruskan melalui tindakan nyata Presiden Prabowo Subianto, yang bukan hanya bersuara di forum internasional, tetapi juga telah mengirimkan bantuan kemanusiaan langsung ke Palestina sebagai wujud kepedulian Indonesia terhadap bangsa tertindas.

“Kami di Barisan Jakarta berdiri tegak di belakang Mas Pram dan mendukung sepenuhnya langkah tegas beliau. Ini bukan sekadar keputusan politik, tapi bentuk penghormatan terhadap konstitusi, amanat politik luar negeri bebas aktif, dan warisan perjuangan para pendiri bangsa. Jakarta harus tetap menjadi simbol moral bangsa yang berdaulat, bermartabat, dan berpihak pada kemanusiaan,” tegas R. Lintang Fisutama, Ketua Umum Barisan Jakarta.