News  

Habib Umar Alhamid: Prabowo Harus Siapkan Pemuda Indonesia untuk Berkancah di Dunia

Habib Umar Alhamid (IST)

Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menyerukan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan generasi muda sebagai prioritas strategis nasional. Sudah saatnya Indonesia menyiapkan pemuda yang tidak hanya tangguh di dalam negeri, tetapi juga mampu berkiprah di kancah dunia sebagai pelaku utama kemajuan bangsa di era globalisasi ini.

Habib Umar menilai, investasi terbesar pemerintahan Prabowo bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga investasi pada otak dan masa depan generasi muda. Ia menekankan pentingnya membuka akses pendidikan global bagi anak-anak bangsa yang memiliki potensi besar, khususnya di bidang sains, teknologi, dan inovasi.

“Biarkan mereka mempelajari sains dan teknologi canggih untuk kemajuan zaman dan menghadapi era globalisasi. Pemerintah harus berani berinvestasi pada anak-anak muda yang berprestasi, dengan memberikan beasiswa untuk belajar ke luar negeri. Itu investasi masa depan,” ujar Habib Umar Alhamid Kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).

Habib Umar juga menyoroti pentingnya pemerintah menyiapkan investor khususnya dari negara negara maju untuk dapat membangun industri- industri di Indonesia. Namun, sayangnya banyak investor yang masih ragu dengan keadaan hukum di republik ini. Maka perlu sebuah ketegasan dan keberanian dari seorang presiden Prabowo.

“Pak Prabowo sebaiknya tidak usah ragu ragu melakukan tindakan yang penting implementasinya sesuai dengan peraturan yang dibuat secara jelas dan logis. Sehingga tidak multitafsir dan tidak menimbulkan konflik norma. Itu yang sedang ditunggu oleh para infestor. Mereka melihat Indonesia saat ini masih dibaca sebagai ladang korupsi level atas, tapi hingga kini belum banyak yang terpidana. Kemana larinya dan keberadaan hukum saat ini. Katanya Indonesia negara hukum?” Tanya Habib yang dikenal kritis ini.

Semoga pak presiden sedang berusaha menjalankan semua agendanya dengan baik. Sehingga bisa menumbuhkan industri-industri berbasis riset dan inovasi dan Indonesia segera akan memiliki ruang kerja produktif, sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor yang bersifat konsumtif dan tidak berkelanjutan.

“Pemerintahan Prabowo harus menyiapkan industri-industri teknologi yang bisa menampung kreativitas anak muda. Selain membuka lapangan kerja, itu juga menjadi benteng bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada narkoba dan judi online yang marak belakangan ini,” tuturnya.

Ia menegaskan, pengangguran dan lemahnya arah pembinaan generasi muda menjadi salah satu penyebab merebaknya berbagai masalah sosial. Oleh karena itu, pemerintah perlu menempatkan pembangunan sumber daya manusia muda sebagai proyek strategis nasional, sejajar dengan pembangunan pertahanan dan pangan yang selama ini menjadi fokus Presiden Prabowo.

Dalam pandangan Habib Umar, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana negara menyiapkan generasi digital yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi. Ia berharap pemerintahan Prabowo benar-benar hadir dengan kebijakan konkret — dari pendidikan vokasi hingga inkubasi startup — agar anak muda Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam era digitalisasi global.

“Kita ingin pemuda Indonesia bukan hanya bisa bersaing di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Biar anak muda Indonesia bisa ikut memiliki dunia, menjadi bagian dari bangsa-bangsa maju,” tegasnya.

Habib Umar menambahkan, semangat yang ingin dibangun Gentari sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, di mana bonus demografi menjadi kekuatan utama bangsa. Namun, bonus tersebut hanya akan bermakna jika pemerintah mampu mengelola dan mengarahkan energi anak muda menuju hal-hal produktif.

Sebagai Ketua Umum Gentari, Habib Umar menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi cinta negeri yang berjiwa nasionalis, religius, dan progresif. Gentari mendorong adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas anak muda agar cita-cita membentuk generasi unggul Indonesia dapat diwujudkan bersama.

“Pemuda adalah masa depan bangsa. Tapi jangan biarkan kata itu hanya jadi slogan. Pemerintah harus berani berinvestasi besar-besaran di bidang pendidikan, teknologi, dan pembinaan moral generasi muda,” tegas Habib Umar.

Dengan semangat tersebut, Habib Umar berharap pemerintahan Prabowo Subianto bisa menjadi era baru kebangkitan generasi muda Indonesia — generasi yang tidak hanya mencintai negerinya, tetapi juga mampu menaklukkan dunia dengan ilmu, akhlak, dan karya nyata.