Demokrasi hanya jargon politik. Aslinya cuma omong kosong. Propaganda politik Amerika menjajah bangsa dan negara lain. Sejatinya keserahan dan kegilaan kekuasaan.
Nicolas Maduro diculik Trump atas nama perang terhadap narkoba, terorisme dan demokrasi. Itu hanya kamuflase Donald Trump, Presiden Amerika yang gembar-gembor demokrasi dan HAM ternyata dan ternyata anti demokrasi dan anti HAM.
Trump dan Amerika hanya mengincar minyak Venezuela. Negara kaya akan cadangan minyak dunia. 303 miliar barel. Terbesar di dunia.
Menurut data OPEC, Venezuela tercatat memiliki cadangan terbukti sekitar 303,2 miliar barel. Ini melampaui Arab Saudi di posisi kedua dengan 267 miliar barel, Iran di posisi ketiga dengan 209 miliar barel, Irak di posisi keempat dengan 209 miliar barel.
Kekayaan minyak Venezuela jauh diatas Amerika Serikat. Amerika sendiri berada di posisi sembilan dengan 45 miliar barel. Masih dibawah Rusia yang memiliki cadangan minyak 80 miliar barel.
Jualan demokrasi ala Amerika rontok ditangan seorang diktator dan anti HAM yang bernama Donald Trump. Presiden paling otoriter di awal tahun 2026. Mungkin pula presiden terdiktator abad ini.
Merampok minyak Venezuela dengan menculik Presiden Nicolas Maduro. Presiden yang dipilih oleh rakyat Venezuela. Sejak awal Amerika menolak Nicolas Maduro karena lebih condong ke Rusia dan China.
Dunia wajib tidak percaya lagi dengan Amerika. Negara super power dari merampok kekayaan alam negara lain. Termasuk Indonesia jadi korban kejahatan Amerika berbaju demokrasi. PT. Freeport contohnya.
Seperti lagu lama Amerika ketika menggulingkan Presiden Irak, Saddam Husein. Amerika Serikat (AS) beralasan menyerang Irak dan menggulingkan Saddam Husein karena memiliki dugaan Senjata Pemusnah Massal (WMD), dukungan Saddam Husein terhadap terorisme (terkait serangan 9/11), dan pembebasan rakyat Irak dari rezim diktator.
Padahal, alasanya minyak. Cadangan minyak Irak di posisi keempat di dunia setelah Venezuela, Arab Saudi dan Iran.
Hingga hari ini Irak tidak terbukti memiliki senjata pemusnah massal. Saddam Husein yang dituduh diktator hanya isu politik yang dimainkan Amerika agar rakyat Irak mengamini penggulingan Saddam Husein dan menunjuk presiden boneka.
Itu pula yang terjadi dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro hari ini. Amerika menggulingkan Nicolas Maduro untuk mempersiapkan presiden boneka Venezuela pilihan Amerika.
Tentu saja agar Donald Trump dan Amerika Serikat leluasa mencaplok cadangan minyak Venezuela terbesar di dunia. Tidak ada alasan lain kecuali minyak. Narkoba dan diktator. Hanya narasi pembenaran Amerika terhadap kejahatannya.
Bandung, 17 Rajab 1447/6 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis












