News  

Jaringan Internet di 15 Wilayah Aceh Terdampak Banjir Sudah Pulih, Sisanya Masih Pakai Starlink

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengatakan 15 wilayah yang terdampak banjir di Aceh telah mengalami pemulihan jaringan. Namun, masih ada lima daerah lainnya yang masih mengandalkan Starlink.

“Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Aceh, ini 15 sudah mulai pulih,” kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan bencana Sumatra dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Aceh, Minggu (7/12/2025) malam.

Suharyanto mengungkap lima wilayah masih menggunakan internet Starlink adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.

Ia menyebut pihaknya masih berupaya untuk mengembalikan jaringan kembali normal.

“Ini secara berangsur-angsur akan kita normalkan, sehingga masyarakat ini dapat berkomunikasi ke luar. Tetapi tidak ada lagi yang sama sekali tidak bisa berkomunikasi, karena sudah kita mendorong internet Starlink dari berbagai kementerian/lembaga dan masyarakat,” ujarnya.

Suharyanto menjelaskan titik-titik seperti kantor Kodim, kantor Bupati, dan kantor pemerintahan yang kini menjadi pusat berkumpul masyarakat. Sebab, mereka bisa mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu logistik dan akses sinyal internet.

“Tentu saja masih, masih kurang. Ini akan kita terus dorong. Nanti kami akan melaporkan barang-barang yang sangat diperlukan dan mendesak untuk tiga provinsi tersebut,” tuturnya.

Diketahui, Prabowo memimpin rapat koordinasi setelah meninjau langsung para korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Minggu (7/12/2025).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, dalam kunjungan keduanya ke Aceh, Prabowo membawa serta sejumlah menteri terkait. Kehadiran mereka, kata dia, menjadi penegasan bahwa pemerintah bergerak cepat menangani bencana ini.

“Tentunya ini sebagai bukti bahwa beliau (Prabowo) ingin betul-betul penanganan terhadap terjadinya bencana yang melanda di tiga provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat dilakukan percepatan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Aceh.

Ia menjelaskan, Prabowo langsung menggelar rapat koordinasi usai turun ke lapangan. Rapat tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan dalam penanganan banjir dan tanah longsor.

“Malam ini bapak presiden ingin langsung memimpin rapat koordinasi bersama dengan seluruh jajaran menteri-menteri terkait, sebagian besar hadir, untuk kita akan sekali lagi mengupdate jurnal dan memutuskan langkah-langkah percepatan ke depan,” jelasnya.

Tampak sejumlah anggota Kabinet Merah Putih berada dalam rapat itu. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Hadir pula Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.(Sumber)