Menjawab Keraguan Terhadap Partai Gerakan Rakyat

Beragam respon publik ke Partai Gerakan Rakyat. Ada yang pro. Kontra juga ada. Banyak yang mendukung. Bukan sekadar mendukung tapi mengajak orang untuk bergabung.

Ada pula yang tidak mendukung Partai Gerakan Rakyat. Alasannya sudah bergabung dengan partai politik lain. Tapi masih tetap setia mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilu 2029.

Yang penting jaga silaturrahim dan persaudaraan.

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” [HR. Bukhari]

Hindari fanatisme kelompok dan simpul. Jangan ada perdebatan dan permusuhan. Jangan melarang apalagi mengancam sesama pendukung Anies Baswedan bila ada yang ingin jadi anggota dan pengurus Partai Gerakan Rakyat.

Muncul juga yang meragukan Partai Gerakan Rakyat akan lolos sebagai peserta Pemilu 2029. Tidak mengapa bila ada yang ragu dan pesimis. Jangan kendor. Jadikan cemeti untuk kerja lebih keras lagi.

Soal yang ragu ini, Sahrin Hamid yang ditunjuk secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat dalam pidato pertamanya mengakui bahwa proses pendirian partai politik di Indonesia sangatlah sulit.

Persyaratan yang harus dipenuhi seperti kepengurusan sudah terbentuk 100 persen di tingkat provinsi dan 75 persen di kabupaten dan kota. Juga harus memiliki perwakilan di 50 persen kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Masih menurut Sahrin Hamid dalam pidatonya yang disambut yel-yel Hura, syarat tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan proses pendirian partai paling ketat di dunia.

Sebagai partai baru, amat wajar bila ada yang meragukan Partai Gerakan Rakyat. Memang tidak mudah untuk lolos sebagai peserta Pemilu.

Itulah tantangan yang harus dijawab oleh Partai Gerakan Rakyat. Walaupun Ormas Gerakan Rakyat sudah terbentuk 100 persen di tingkat provinsi dan 75 persen di kabupaten dan kota serta 50 persen di kecamatan di seluruh Indonesia.

Tinggal penguatan organisasi. Pengurus lengkap, solid dan memiliki militansi tinggi mulai dari pusat hingga tingkat kecamatan. Akan lebih mudah memenuhi persyaratan lainnya.

Apalagi elektabilitas tokoh sentral Partai Gerakan Rakyat, Anies Baswedan masih moncer. Modal elektabilitas Anies Baswedan versi lembaga survei Median terbaru 19,9 persen. Sebuah angka survei yang diperoleh Anies Baswedan masih sangat menjanjikan untuk kembali bertarung di Pemilu 2029.

Tinggal bagaimana agar Partai Gerakan Rakyat bisa lolos sebagai peserta Pemilu 2029. Itu tugas kita semua. Dengan lolos sebagai peserta Pemilu, Insyaallah Partai Gerakan Rakyat bisa mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2029.

Gerak cepat Ketua Umum Sahrin Hamid sehari setelah Rakernas bertemu Ketua Umum Jaringan Nasional Anies Baswedan atau Jarnas ABW, Lukman Hakim patut kita apresiasi.

Langkah strategis Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat tersebut dinilai sebagai upaya menyatukan komunitas relawan Anies Baswedan ke dalam Partai Gerakan Rakyat.

Kita berharap semua komunitas relawan Anies Baswedan bergabung ke dalam Partai Gerakan Rakyat. Bersama-sama berjuang menuntaskan agenda politik Partai Gerakan Rakyat. Menjawab skeptisme publik.

Ikhtiar bersama agar Partai Gerakan Rakyat lolos sebagai peserta pemilu dan pencapresan Anies Baswedan di tahun 2029. Dengan kebersamaan kita jawab keraguan. Semoga!

Bandung, 3 Sya’ban 1447/22 Januari 2026
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis