Guru Besar Hubungan Internasional di Busan University of Foreign Studies (BUFS), Korea Selatan, Prof. Ali Mochtar Ngabalin, menilai kepercayaan diri Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina–Israel tidak lepas dari mandat kuat yang diberikan rakyat Indonesia.
“Sekilas saya mengamati, kenapa Presiden Prabowo Subianto sangat percaya diri pada penyelesaian Palestina–Israel? Satu jawabannya karena mendapatkan mandat penuh dari seluruh rakyat Indonesia, dan penyelesaian Palestina menjadi bagian penting dari sikap dan pendirian Indonesia selama ini,” ujar Ngabalin dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Menurut dia, posisi Indonesia yang konsisten membela kemerdekaan Palestina telah menjadi fondasi moral sekaligus politik luar negeri bangsa. Dukungan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar sikap diplomatik, tetapi cerminan nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh negara.
Ngabalin menegaskan, integritas sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi, militer, atau pengaruh global, melainkan dari keberpihakan terhadap rakyat yang tertindas dan kehilangan kedaulatannya.
“Bagi saya, integritas sebuah bangsa dan negara bukan hanya diukur dari kekuatannya, tetapi dari keberpihakannya kepada mereka yang tertindas dan dirampas kedaulatannya,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali posisi Indonesia yang sejak lama berada di garis depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Sikap tersebut juga dinilai menjadi bagian dari identitas politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif serta berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.
Ngabalin pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga semangat solidaritas terhadap Palestina sebagai wujud komitmen moral Indonesia di panggung dunia.












