Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran strategis media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Direktur Lembaga Analisis Kajian Publik Lanskip, Abdul Rachmat Saleh, menegaskan bahwa pers bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga bagian dari napas kehidupan masyarakat yang berkontribusi besar dalam pembangunan sumber daya insani, demokrasi, serta kontrol sosial.
Menurut Abdul Rachmat Saleh, keberadaan media memiliki posisi fundamental dalam perjalanan pembangunan nasional. Media berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ruang edukasi publik yang mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, cerdas, dan berdaya.
“Media memiliki peran penting dalam pembangunan. Ia bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif, memperkuat demokrasi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial yang sangat kuat,” ujarnya dalam keterangan tertulis memperingati Hari Pers Nasional, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai, kontribusi insan pers selama ini sangat besar dalam mengawal setiap langkah pembangunan bangsa. Pers hadir mengawasi kebijakan publik, menyuarakan kepentingan masyarakat, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara.
Lebih jauh, Abdul Rachmat Saleh menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan terbesar media saat ini adalah maraknya hoaks, misinformasi, dan disinformasi. Dalam situasi tersebut, peran insan pers profesional menjadi semakin krusial sebagai penyaring informasi yang akurat dan terpercaya.
“Insan pers adalah benteng utama dalam menangkal berita hoaks dan misinformasi. Karena itu, kita patut bersyukur media di Indonesia cukup cerdas dan terus berupaya memberi kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran pers. Sejak masa pergerakan kemerdekaan hingga era reformasi dan demokrasi modern, media selalu menjadi bagian penting dalam mengawal perubahan sosial dan politik.
Dalam konteks kekinian, lanjutnya, kompleksitas tantangan zaman menuntut media untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalisme: kebenaran, independensi, dan kepentingan publik.
“Dengan diperingatinya Hari Pers Nasional, kita semakin menyadari bahwa media harus mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Profesionalisme, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan publik menjadi kunci agar pers tetap dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Abdul Rachmat Saleh berharap momentum HPN tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi bersama bagi seluruh insan pers untuk memperkuat kualitas pemberitaan, menjaga etika jurnalistik, serta terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Pers yang kuat akan melahirkan demokrasi yang sehat dan masyarakat yang cerdas. Karena itu, menjaga kemerdekaan pers sekaligus meningkatkan tanggung jawab sosialnya adalah tugas bersama,” pungkasnya.












