Israel Tangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi

Polisi pendudukan Israel menangkap Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Mohammad Ali Al-Abbasi di halaman masjid di Yerusalem yang diduduki, Senin (16/2/2026) malam.

Dilansir dari kantor berita Palestina, WAFA, penangkapan itu terjadi di tengah meningkatnya aksi otoritas pendudukan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa.

Aksi tersebut mencakup pembatasan terhadap para imam masjid, penceramah, dan al-Murabitin — mereka kerap hadir di masjid— pembatasan akses masuk jemaah, serta peningkatan serangan oleh para pemukim yang dikawal ketat oleh polisi Israel.

Wilayah Yerusalem yang diduduki, khususnya Kota Tua dan daerah-daerah di sekitar Masjid Al-Aqsa, mengalami eskalasi situasi keamanan akibat langkah-langkah pengamanan ketat yang diberlakukan otoritas Israel, termasuk penahanan dan pembatasan terhadap tokoh agama dan aktivis lokal.

Israel Hambat Tugas Komite Gaza
Di bagian lain, Israel menghalangi tugas komite nasional Palestina yang dibentuk untuk mengelola Jalur Gaza sesuai dengan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Palestina Omar Awadallah dikutip dari RIA Novosti, Senin (16/2/2026).

“Israel melarang anggota komite nasional pengelola Gaza masuk ke Jalur Gaza,” katanya.

Diplomat itu mengatakan keberadaan komite yang dibentuk untuk memastikan stabilitas, mengembalikan tugas-tugas pemerintah Palestina, dan menghentikan semua kejahatan terhadap rakyat Palestina tidak sesuai dengan kepentingan otoritas Israel saat ini.

Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, pada pertengahan Januari mengumumkan peluncuran fase kedua rencana perdamaian Gaza, yang menetapkan penarikan pasukan Israel dari sejumlah besar wilayah di Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional serta pembentukan struktur pemerintahan baru, termasuk Dewan Perdamaian.

Meski transisi fase kedua rencana Trump sudah diumumkan, bentrokan antara Palestina dan Israel di wilayah tersebut masih terus dilaporkan.

Isu tentang persetujuan anggaran dan waktu dimulainya kegiatan komite akan menjadi agenda pertemuan pertama Dewan Perdamaian (BoP) yang akan berlangsung di Washington pada 19 Februari.

Pemerintah AS telah mengirim undangan kepada sekitar 50 pemimpin negara untuk berpartisipasi pada pertemuan tersebut, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.(Sumber)