Musibah banjir bandang disertai tanah longsor melanda Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan di atas permukiman menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut.
Aliran banjir turun dari wilayah perbukitan, membawa lumpur pekat, batu besar, serta gelondongan kayu yang langsung menghantam rumah-rumah warga di RT 006/RW 005. Dalam sekejap membuat dinding roboh, perabotan hanyut, dan kendaraan bermotor milik warga rusak terseret arus.
Tak hanya itu, jalan-jalan desa yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga juga ikut tergerus dan meninggalkan kerusakan parah hingga terputus. Warga berusaha menyelamatkan diri dan barang berharga seadanya. Selebihnya mereka pasrah menyaksikan harta benda yang mereka kumpulkan bertahun-tahun hancur diterjang banjir.
Salah seorang warga sempat merekam kondisi saat banjir terjadi. Rumahnya tertutup lumpur tebal serta material kayu dan batu yang terbawa arus.
“Banjirnya disertai lumpur, batu, dan (ada bawaan) kayu dari atas. Ada beberapa rumah yang rusak,” kata Fendi, salah satu warga Padukuhan Jono, Rabu (18/2/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan sedikitnya 52 jiwa dievakuasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dari laporan yang diterima, di Pedukuhan Jono tercatat ada 12 rumah rusak, lima di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, satu masjid ikut terdampak material yang terbawa arus.
“Kami meminta warga di kawasan tersebut dan sekitarnya tetap siaga, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” ujarnya.
Ia mengatakan, tim masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan dan pembersihan material. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul bersama relawan mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga.
Tim langsung melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan serta memantau kondisi bangunan terdampak. “Petugas masih melakukan pendataan kerugian dan membersihkan material banjir,” kata dia.(Sumber)












