Insiden mengejutkan terjadi di Kabupaten Demak setelah ratusan santri dilaporkan mengalami gejala keracunan massal yang diduga berasal dari konsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini mulai terungkap sejak siang hari dan terus berkembang hingga Minggu malam, seiring bertambahnya jumlah korban yang mengeluh mual, muntah, dan pusing.
Para santri yang terdampak langsung mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat, sementara sebagian lainnya masih menjalani observasi.
Pihak pengelola tempat kejadian bersama petugas kesehatan bergerak cepat melakukan evakuasi serta pendataan korban untuk memastikan kondisi mereka tertangani dengan baik.
Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi bersama, namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Tim medis juga terus memantau perkembangan kondisi para santri guna mencegah kemungkinan dampak yang lebih serius.
Sementara itu, aparat terkait telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium demi memastikan sumber keracunan.
Kasus ini pun menjadi perhatian serius karena jumlah korban yang besar serta potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan.
Seperti diketahui, santri yang diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus bertambah hingga Minggu (19/4/2026) malam.
Para santri diduga keracunan usai menyantap MBG yang didistribusikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung pada Sabtu (18/4/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Asnawiyah, Desa Pilangwetan, Cholilluah mengatakan, hingga Minggu malam, lebih dari 100 santrinya diduga keracunan MBG. Santri yang awalnya hanya mengalami gejala biasa kini harus dirujuk ke rumah sakit.
“Korban di internal kami ada 100 lebih, cuma yang dirujuk ke rumah sakit dari pagi sampai malam ini bertambah, yang semula sakitnya tidak terlalu, kini harus dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Cholilluah, melalui sambungan telepon, Minggu malam.
Dia tidak merinci detail santri yang dirujuk pada Minggu siang, namun pada Minggu malam terdapat 7 santri yang harus menjalani perawatan.
“Sampai malam ini ada 35-nan, kita nambah yang mau kita rujuk itu ada 7 orang,” ujarnya.
Adapun data santri diduga keracunan MBG yang diterima Kompas.com, dari Puskesmas Kebonagung, Minggu siang, terdapat 97 orang korban, 67 orang berobat rawat jalan dan 24 orang dirujuk ke RSU PKU Muhamadiyah Grobogan.
(Sumber)












