News  

Rizal Fadillah Desak Presiden Prabowo Lepas Pengaruh dari Jokowi

M Rizal Fadillah kembali melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Dalam sebuah tulisan yang diterbitkan pada Jumat (26/6/2026), ia menilai Prabowo masih berada di bawah bayang-bayang pengaruh Jokowi sehingga menyebutnya sebagai “Jokowi palsu”.

Menurut Rizal, polemik mengenai ijazah Jokowi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun belum juga menemukan penyelesaian yang memuaskan di mata sebagian masyarakat. Ia menyampaikan berbagai tuduhan terhadap Jokowi terkait keaslian ijazahnya serta mengkritik institusi yang menurutnya ikut melindungi mantan presiden tersebut. Klaim tersebut merupakan pandangan pribadi Rizal dan telah berulang kali dibantah oleh pihak Jokowi maupun pihak-pihak terkait.

Dalam tulisannya, Rizal juga mengkritik langkah politik Jokowi yang disebutnya masih aktif membangun pengaruh melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), termasuk rencana menghadiri Festival Gajah di Lampung. Ia mengaitkan kegiatan tersebut dengan kisah Abrahah dalam sejarah Islam sebagai bentuk analogi politik.

Lebih jauh, Rizal menilai berbagai program pemerintahan yang berawal pada era Jokowi dan dilanjutkan pada masa pemerintahan Prabowo tidak memberikan hasil sebagaimana yang dijanjikan. Ia menyebut sejumlah kebijakan sebagai “palsu”, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga berbagai kebijakan pemerintahan lainnya.

Dalam kritiknya, Rizal mendesak Prabowo agar tidak lagi memberikan perlindungan politik kepada Jokowi. Menurutnya, Jokowi harus bertanggung jawab sendiri atas berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik.

Rizal juga menilai hubungan politik antara Prabowo, Jokowi, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan keberlanjutan pengaruh politik Jokowi di pemerintahan saat ini. Ia bahkan menyebut Prabowo sebagai “Jokowi palsu” karena dianggap menjalankan seluruh agenda politik pendahulunya.

Tulisan tersebut ditutup dengan pernyataan bahwa Jokowi dan Prabowo merupakan “boneka kayu”, sebuah ungkapan metaforis yang digunakan Rizal untuk menggambarkan kritiknya terhadap arah kepemimpinan nasional.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun pihak Joko Widodo terkait pernyataan M Rizal Fadillah tersebut.