BalapMotoGP

4 Momen Manis Valentino Rossi Bersama Yamaha

0

MotoGP 2020 dipastikan jadi momen terakhir kerja sama antara Valentino Rossi dengan tim pabrikan Yamaha.

Pasalnya tim berlambang garpu tala itu sudah memastikan komposisi pebalap pada musim 2021 akan menjadi milik Fabio Quartararo dan Maverick Vinales.

Kolaborasi Rossi-Yamaha bisa dibilang salah satu yang paling sukses di kelas tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor. Indikasinya adalah empat gelar juara dunia yang direngkuh The Doctor.

Pada artikel kali ini, redaksi mengajak pembaca untuk melihat lagi beberapa momen emas dalam karier Rossi bersama Yamaha:

Kemenangan Pertama untuk Yamaha

Valentino Rossi datang ke Yamaha dengan status sebagai juara dunia kelas 500 cc pada musim 2001 dan MotoGP di tahun 2002-2003 bersama Honda.

Kala itu banyak yang menuding, Rossi jadi terbaik lantaran faktor motor Honda yang saat itu memang super kompetitif.

Oleh karena itulah, Rossi ingin membuktikan bahwa ia sukses bukan karena faktor motor Honda dengan menerima pinangan Yamaha, tim yang pada masanya sedang membangun kekuatan lagi.

Namun siapa sangka, pada lomba debut Rossi bersama Yamaha musim 2004 di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan, ia bisa langsung meraih kemenangan.

Semakin komplit, Rossi menghadirkan titel juara dunia MotoGP 2004 untuk Yamaha pada akhir musim.

Mengalahkan Casey Stoner di Musim 2008

Setelah gelar juara dunia musim 2004 dan 2005 bersama Yamaha, Rossi kecolongan di tahun 2006 dan 2007. Saat kalah dari Nicky Hayden musim 2006, banyak yang menyebut Rossi hanya tidak beruntung.

Maklum pada lomba terakhir di Valencia, ia sempat terjatuh dan akhirnya hanya finis ke-13. Namun kelahan tahun 2007 terasa sangat menyakitkan.

Karena saat itu, pebalap Ducati, Casey Stoner jadi juara dengan cara yang dominan. Bahkan disebut Stoner telah mencuri panggung Rossi di MotoGP.

The Doctor pun bereaksi. Musim 2008, ia mengalahkan duel langsung melawan Stoner untuk jadi juara dunia. Aksi Rossi menyalip Stoner di Sirkuit Laguna Seca bahkan disebut salah satu momen paling ikonik pada era MotoGP.

“Mengalahkan Stoner di Laguna Seca pada musim itu sangat penting, balapan yang membuat saya memenangkan kejuaraan dunia,” Rossi mengenang.

Membungkam Jorge Lorenzo yang ‘Berisik’ di MotoGP 2009

Sejak Jorge Lorenzo direkrut Yamaha pada musim 2008, pebalap asal Spanyol itu seakan unjuk gigi, bahwa dirinya bisa mengalahkan rekan setimnya yang sudah bergelimang gelar.

MotoGP 2008 adalah proses adaptasi dan belajar buat Lorenzo, di mana ia hanya merasakan satu kemenangan. Namun satu musim berikutnya, Lorenzo benar-benar jadi ancaman Rossi.

Keduanya terlibat banyak persaingan super ketat. Hubungan Rossi-Lorenzo bahkan memburuk, baik di dalam maupun luar sirkuit. Puncaknya garasi kedua pebalap sampai disekat.

Namun di akhir musim 2009, Rossi akhirnya merasakan titel juara dunia kesembilan dengan mengalahkan Lorenzo. Sayangnya gelar juara dunia ini belum pernah ia ulangi lagi sampai sekarang.

Terlahir Kembali Setelah Gagal di Ducati

Hasrat ingin merasakan titel juara dunia dengan tiga pabrikan berbeda, membuat Rossi hengkang ke Ducati pada musim 2011-2012.

Sebuah keputusan yang diakui sang pebalap sebagai langkah salah dalam kariernya. Karena bersama Ducati, Rossi bahkan gagal merasakan kemenangan.

Pada MotoGP 2013, Rossi akhirnya kembali ke Yamaha. Kali ini ia seperti terlahir kembali. Musim tersebut ia bisa merasakan satu kemenangan.

Puncaknya di MotoGP 2015, ia sempat terlibat persaingan jadi juara dunia sampai putaran terakhir. Dia bahkan bisa merasakan titel juara dunia kesepuluh jika tidak terlibat perseteruan dengan Marc Marquez pada lomba GP Malaysia. {bola}

Cristiano Ronaldo, Orang Pertama di Instagram Dengan 200 Juta Followers

Previous article

Virus Corona di China Bikin F1 Shanghai dan Sanya ePrix Terancam Batal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *