News

JATAM: Joko Widodo Street Di Abu Dhabi Untuk RI, 256 Ribu Hektare Tanah Kaltim Untuk UEA

0

Bagi sebagian orang, peresmian nama Jalan President Joko Widodo di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, terasa membanggakan. Bersanding dengan Presiden pertama RI, Soekarno, yang diabadikan sebagai nama jalan di Mesir dan Aljazair.

Akan tetapi, bagi Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional, Merah Johansyah, tak ada nilai lebih dari pemberian nama jalan kepada Jokowi di Abu Dhabi tersebut.

Menurut dirinya, satu ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Abu Dhabi tersebut ‘ditukar’ dengan 256 ribu hektare lahan di Kalimantan Timur (Kaltim).

“1 ruas jalan di kawasan bisnis untuk plang nama Jokowi, sementara 256 ribu ha atau empat kali luas Jakarta untuk dinasti Uni Emirat Arab di Kaltim,” ucap Merah, dikutip Redaksi dari akun Twitter pribadinya @Merah_Johasyah, Jumat (23/10).

Merah pun menampilkan tangkapan layar berita sejumlah media nasional yang menyoal keberadaan putra mahkota Abu Dhabi menjadi Ketua Dewan Pengarah Ibukota Baru.

“Peragaan bisnis pasca omnibus Cilaka yang melindas buruh & lingkungan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Merah menilai proyek pembangunan ibukota baru tak lebih dari sekadar menggadaikan sumber daya alam kepada pihak asing. “Menuju omnibus penggadaian selanjutnya berkedok proyek ibukota baru,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Senin lalu (19/10), Pemerintah Uni Emirat Arab meresmikan nama Jalan Presiden Joko Widodo di Kota Abu Dhabi. Peresmian ini dilakukan Chairman Abu Dhabi Executive Office, Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Pemberian nama jalan disebut sebagai bentuk penghargaan Pemerintah UEA kepada Jokowi dalam memajukan hubungan bilateral antara RI dan UEA. {rmol}

Banyak Polisi Terlibat LGBT, IPW Tuntut Transparan Terkait Kasus Internal Mabes Polri

Previous article

Formappi: Revisi UU Cipta Kerja Bukti UU Tersebut Abal-Abal

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *