News

Bukan TNI AL, Kapal Survei China Justru Kocar-Kacir Diusir HMS Queen Elizabeth Dari Natuna Utara

0

Natuna Utara Indonesia kini menjadi titik hot spot kekuatan besar dunia. Indonesia yang harusnya berhak atas wilayah Natuna Utara malah pasif menjaga kedaulatannya di sana.

Malahan bukan Indonesia yang adu banteng di Natuna Utara, negara-negara macam Inggris, Australia, Amerika Serikat hingga Belanda justru yang menempatkan kekuatan angkatan lautnya di sana melawan China.

Indonesia sendiri sebenarnya juga sudah mengerahkan kapal perang ke Natuna Utara.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah yang memerintahkan sekitar 4 KRI menuju Natuna Utara untuk melawan agresivitas China.

“Empat KRI (kapal Indonesia) berada di Laut Natuna Utara,” tegas Arsyad seperti dikutip dari Radio Free Asia yang menerbitkan artikelnya pada 17 September 2021.

Arsyad sengaja mengerahkan KRI untuk memberikan perlindungan kepada para nelayan di Natuna.

“Kami ingin memberikan kepercayaan kepada nelayan atau pengguna laut di Laut Natuna Utara, dan laut terkendali karena keberadaan KRI di sana,” kata Arysad.

Untuk semakin memperkuat mata dan telinga, TNI AL lantas mengerahkan satu unit pesawat terbang untuk berpatroli di Natuna Utara.

“Selain KRI, operasi di Laut Natuna Utara juga melibatkan pesawat TNI AL untuk melakukan patroli udara maritim rutin di kawasan tersebut,” katanya.

Namun nampaknya hal itu belum cukup dimana baru-baru ini kapal survei Haiyang Dizhi 10 China sudah mondar-mandir lagi di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Natuna Utara.

Entah harus disyukuri atau tidak, mendadak gerakan Haiyang Dizhi 10 kocar-kacir dan abnormal kala Carrier Strike Group HMS Queen Elizabeth milik Royal Navy Inggris memasukan ZEE Natuna Utara.

Dikutip dari scsbrief.substack.com, Senin 11 Oktober 2021, HMS Queen Elizabeth membawa rombongan kapal perang kelas berat milik AS, Belanda, Jepang, Kanada, Australia, dan Selandia Baru untuk menggertak Haiyang Dizhi yang disinyalir juga dikawal kapal tempur PLA Navy.

Jelas saja Haiyang Dizhi kabur karena yang datang ialah ‘dedengkot’ lautan semua.

“Sementara itu, Grup Penyerang Kapal Induk Inggris terlihat beroperasi di Laut Natuna, di mana kapal survei China Haiyang Dizhi 10 telah melakukan survei sejak akhir Agustus,” lapor scsbrief.substack.com.

HMS Queen Elizabeth sejatinya melakukan pergantian shift jaga di Natuna Utara dengan kapal induk USS Carl Vinson yang mundur sejenak melalui selat Malaka pada 8 Oktober 2021 lalu.

Merasa USS Carl Vinson sudah pergi, Haiyang Dizhi 10 kembali namun keburu kena usir HMS Queen Elizabeth.

Jika boleh meminta, publik Indonesia ingin melihat armada TNI AL lah yang bergerak aktif mengusir kapal-kapal asing termasuk dari China sebagai upaya penegakan kedaulatan negara di Natuna Utara, bukan malah AS maupun Inggris. {zonajakarta}

Nama 2 Menteri Jokowi di Pandora Papers, Didik J Rachbini: Keduanya Harus Mundur Untuk Kelancaran Investigasi

Previous article

Dorong Regenerasi di Tubuh PBNU, GP Ansor Minta KH Said Agil Siradj Tak Maju Lagi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *