5 Momen Penting Barcelona Raih Gelar La Liga Musim Ini

Barcelona baru saja memastikan meraih gelar LaLiga musim ini. Berikut ini adalah momen-momen kunci di balik kiprah mereka kembali menjadi raja di Spanyol.

Barcelona resmi menjuarai Liga Spanyol musim ini meski kompetisi tersebut masih menyisakan tiga laga lagi. Kepastian tersebut didapat usai mereka mengalahkan Levante 1-0 di Camp Nou, Minggu (28/4/2019) dinihari WIB.

Blaugrana kini mengumpulkan 83 poin. Raihan tersebut tak mungkin terkejar oleh Atletico Madrid di urutan kedua dengan 74 angka.

Beberapa momen penting mengiringi keberhasilan Barcelona merengkuh gelar Liga Spanyol ke-26 bagi mereka. Berikut ini adalah lima momen tersebut.

1. Kegemilangan Marc-Andre ter Stegen bawa Barcelona kudeta Sevilla

Di awal musim Barcelona bersaing ketat dengan Sevilla untuk memperebutkan puncak klasemen. Kedua tim bertemu pada pekan keenam di Camp Nou.

Barcelona sukses menang 4-2 di laga ini. Kegemilangan Ter Stegen di bawah mistar jadi kunci torehan tiga poin anak asuhan Ernesto Valverde.

Kiper asal Jerman ini berhasil membuat lima penyelamatan krusial untuk meredam 15 tembakan tim tamu dengan tujuh mengarah ke gawang. Tambahan tiga poin di laga ini membuat mereka ke puncak mengkudeta Sevillistas.

2. Membantai Real Madrid di Camp Nou

Sepekan setelah mengkudeta Sevilla, Barca harus menjamu Madrid. Laga tersebut menjadi laga El Clasico pertama musim ini.

Mereka tampil menyakinkan dengan membantai sang rival abadi dengan skor 5-1. Luis Suarez menjadi bintang kemenangan Barcelona lewat hat-tricknya.

3. Ousmane Dembele Selamatkan Barcelona di markas Atletico.

Barca nyaris kalah saat barhadapan dengan Atletico di Wanda Metropolitano pada pekan ke-13. Tuan rumah unggul 1-0 lewat Diego Costa.

Skor ini kemudian bertahan hingga laga hampir berakhir. Ketika kekalahan sudah semakin dekat dengan Barca, Dembele muncul sebagai pahlawan.

Ia mencetak gol penyama kedudukan menjelang laga berakhir. Pemain asal Prancis ini dengan tenang membobol gawang Los Rojiblancos lewat sepakan di antara celah kaki Jan Oblak.

4. Tunjukkan Mental Juara Saat Hadapi Villareal

Barca mendapat perlawanan sengit dari Villareal pada pekan ke-30. Sempat unggul 2-0 di awal laga, Lionel Messi dkk berbalik tertinggal 4-2 hingga menit akhir laga.

Meski begitu, mereka tidak panik dan berhasil mencetak dua gol saat injury time lewat Lionel Messi dan Luis Suarez. Hal tersebut sekaligus memastikan laga berakhir imbang 4-4.

5. Dekati Gelar LaLiga Usai Kalahkan Atletico

Laga krusial bagi Barcelona untuk mengamankan gelar LaLiga musim ini terjadi kala berhadapan dengan Atletico di pekan ke-31. Kedua tim jadi kandidat tersisa untuk meraih gelar Liga Spanyol musim ini. Dalam laga yang digelar di Camp Nou tersebut Barcelona menang 2-0.

Hasil ini membuat mereka menjauh dari kejaran skuat Diego Simeone dengan keunggulan sembilan angka. Selisih poin tersebut berhasil mereka pertahankan hingga merengkuh trofi LaLiga musim ini. [detik]

Gelar La Liga ke-26 Barcelona, Trofi ke-34 Messi

Barcelona mengunci gelar juara Liga Spanyol 2018/2019. Los Cules memastikannya dengan meraih kemenangan atas Levante.

Dalam pertandingan di Camp Nou, Minggu (28/4/2019) dinihari WIB, Barcelona memetik kemenangan atas Levante dengan skor akhir 1-0.

Sempat tertahan di babak pertama, pemain pengganti, Lionel Messi menjadi pencetak gol kemenangan tim asuhan Erneso Valverde. Gol dengan tendangan kaki kiri itu tercipta pada menit ke-62.

Dengan tambahan tiga poin ini, Barcelona mengumpulkan 83 poin. Poin mereka memang bisa disamai oleh Atletico Madrid dengan tiga laga sisa, tapi Blaugrana unggul head-to-head dari Los Colchoneros.

Barcelona pun mengoleksi gelar LaLiga yang ke-26 di sepanjang berdirinya klub. Mereka berhasil mempertahankan gelar juara yang didapat musim lalu. [detik]

Turunkan Tim Cadangan, Valverde Puas Barca Diimbangi Huesca

Barcelona gagal menang di kandang tim juru kunci Huesca. Meski begitu, penampilan skuat lapis kedua Los Cules tetap dipuji.

Pada laga LaLiga di Estadio El Alcoraz, Sabtu (13/4/2019) malam WIB, pelatih Ernesto Valverde mengganti 10 pemain yang bermain melawan Manchester United tengah pekan lalu. Sebagian besar yang tampil adalah pemain pelapis maupun pemain muda.

Bahkan ada empat debutan yang dimainkan Valverde pada laga ini. Moussa Wague dan Jean-Clair Todibo memainkan laga pertamanya bersama klub. Sedangkan Riqui Puig dan Jeison Murillo tampil perdana di ajang LaLiga.

Barca mengistirahatkan para bintangnya seperti Lionel Messi, Luis Suárez, Gerard Pique, Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Keputusan ini bisa dimengerti karena tengah pekan depan mereka masih harus kembali menghadapi MU di leg kedua perempatfinal Liga Champions.

Tim yang menghadapi Huesca memiliki rataan umur 24 tahun 133 hari, termuda yang mereka mainkan sepanjang musim ini. Meski cuma bermain imbang tanpa gol dan gagal menjaga jarak dengan Atletico Madrid, Valverde sudah puas dengan eksperimennya tersebut.

“Kami senang karena ini adalah laga sulit. Banyak pemain baru diturunkan, tapi mereka mengerti apa yang harus dilakukan,” kata Valverde seperti dilansir AS.

“Kami mengalami sedikit kesulitan di awal, tapi kami senang karena para pemain tampil melampaui ekspektasi dan kami kini punya banyak opsi. Ini memang berat. Tapi, ini yang kami butuhkan,” sambungnya.

“Anda harus memahami kondisi yang ada. Ini bukan debut yang biasa bagi mereka, karena biasanya seorang pemain menjalani debut bersama para pemain utama. Kami mengganti banyak pemain, cara bermain, dan lawannya adalah tim yang berjuang menghindari degradasi,” demikian dia. [detik]

Rombak Skuat, Real Madrid Lepas 5 Pemain Keren Ini

Real Madrid menjalani salah satu musim terburuknya. Los Blancos diperkirakan akan melakukan perombakan di musim panas. Perlukah?

Madrid hampir dipastikan menuntaskan musim tanpa trofi di tiga kompetisi utama musim ini. Los Merengues sudah terdepak di semifinal Copa del Rey, juga tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Sementara itu, di LaLiga kans untuk menyusul Barcelona di puncak klasemen sudah berat. Liga Spanyol memang masih menyisakan delapan laga dan selisih 13 poin secara matematis masih bisa ditutup.

Hanya saja Barcelona terlalu konsisten untuk Madrid yang masih belum stabil. Blaugrana baru menelan dua kekalahan sejauh ini, sementara Madrid sudah takluk sembilan kali termasuk saat ditumbangkan Valencia, Kamis (4/4/2019) kemarin.

Buruknya Madrid musim ini membuat klub ibukota Spanyol itu lantas disebut-sebut akan merombak skuat. Sudah ada beberapa nama yang kabarnya berpeluang dilego.

Gareth Bale, Marcelo, Isco Alarcon, Keylor Navas, dan Toni Kroos ada di dalam daftar tersebut. Tapi apakah Madrid butuh perombakan?

Eks gelandang Madrid Guti Hernandez menilai secara komposisi, bekas timnya itu masih amat berkualitas. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah asesmen soal apa yang dibutuhkan tim.

“Bahan-bahan mentahnya sudah ada. Real Madrid masihlah juara bertahan Eropa,” ujar Guti, yang kini jadi asisten pelatih Besiktas.

“Benar bahwa, dengan bursa transfer yang seperti sekarang ini, Anda tak bisa melakukan banyak pembelian.”

“Ada waktu untuk memikirkan soal apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka punya, dan menentukan pemain-pemain yang ingin mereka pertahankan,” ujarnya seperti dilansir Marca. [detik]

Pecat Solari, Real Madrid Resmi Angkat Zidane Jadi Pelatih

 

Real Madrid resmi mengangkat Zinedine Zidane lagi sebagai pelatih usai memecat Santiago Solari. Zidane dikontrak sampai 2022.

Madrid mengumumkannya lewat situs resmi mereka, Senin (12/3/2019) dinihari WIB tak lama setelah kabar soal comeback Zidane itu menyeruak ke publik. Solari pun harus kehilangan pekerjaannya setelah Madrid kehilangan tiga peluang meraih trofi sekaligus dalam waktu sepekan di Copa del Rey, LaLiga, dan terakhir Liga Champions.

Madrid mau tak mau harus menunjuk Zidane lagi setelah serangkaian hasil buruk tersebut. Apalagi Solari juga diangkat untuk menggantikan Julen Lopetegui yang gagal total di awal musim.

Untuk periode keduanya ini, Zidane dikontrak hingga Juni 2022 dan akan langsung diperkenalkan ke publik sore waktu setempat. Sebelum mundur Juni lalu, Zidane membawa Madrid meraih tiga gelar Liga Champions beruntun, satu gelar LaLiga, satu Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.

Laga perdana Zidane bersama Madrid adalah menghadapi Celta Vigo 16 Maret mendatang. [detik]

5 Kemalangan Real Madrid di Santiago Bernabeu

Santiago Bernabeu tak menjadi tempat yang aman bagi Real Madrid. Rumahnya sendiri itu justru memberi banyak kemalangan untuk Los Blancos belakangan ini.

Terakhir, Madrid harus menelan pil pahit di Santiago Bernabeu, saat disingkirkan Ajax Amsterdam dari Liga Champions. Hasil itu menjadi puncak dari rentetan nasib buruk yang ditelan Gareth Bale dkk.

Sebelumnya, kekalahan demi kekalahan juga ditelan Madrid di depan pendukungnya. Belum sampai di situ, masalah eksternal juga mencuat akibat laju buruk itu.

detikSport coba merangkum nasib sial apa saja yang didapat Madrid saat bermain di Bernabeu belakangan ini. Berikut ulasannya.

1. Tiga Kekalahan di Bernabeu dalam Sepekan

Di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3/2019) dini hari WIB, Madrid kalah 1-4 dari Ajax di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Madrid pun gagal ke perempatfinal dengan kekalahan agregat 3-5, usai di leg pertama hanya menang 1-2.

Hasil itu membuat Madrid menelan tiga kekalahan menyakitkan di Bernabeu dalam sepekan. Dua hasil negatif sebelumnya didapat saat dikalahkan Barcelona 0-3 di leg kedua semifinal Copa del Rey, Kamis (28/2) dini hari WIB lalu kembali kalah 0-1 dari Barcelona di LaLiga, Minggu (3/3) dini hari WIB.

2. Mencatat Sejumlah Rekor Buruk

Kekalahan demi kekalahan itu membuat Madrid mencatat sederet rekor buruk. Di antaranya keunggulan head-to-headnya dengan Barcelona menjadi terkejar, bahkan tersalip.

Selain itu, kekalahan dari Ajax juga mencoreng wajah Madrid sebagai jawara Liga Champions dalam tiga musim terakhir. Di antaranya adalah terhentinya tren selalu maju ke semifinal sejak 2010, usai dikalahkan tim yang biasanya selalu mentok di babak kualifikasi.

3. Potensi Akhiri Musim Tanpa Trofi

Kekalahan dan sederet rekor jelek itu mengerucut pada satu nasib sial Madrid, berpotensi mengakhiri musim tanpa trofi.

Peluang juara Madrid di Copa del Rey dan Liga Champions dipastikan sirna karena terdepak. Sementara di LaLiga, peluang Madrid menyalip Barcelona cukup kecil.

Saat ini, Madrid masih berada di peringkat tiga klasemen LaLiga dengan 48 poin, terpaut 12 angka dari Barcelona hingga jornada ke-26. Dengan masih 12 laga tersisa, secara matematika kans Madrid memenangi liga memang masih terbuka, namun jelas sulit mengingat laju Barcelona yang on fire plus mental tim Madrid yang sedang terpuruk karena sederet kekalahan di atas.

4. Pemain Cedera

Kesialan Madrid bertambah karena sejumlah pemain juga ikut terkena dampaknya. Beberapa pilar cedera di Santiago Bernabeu.

Saat didepak Ajax, Lucas Vazquez dan Vinicius Junior mengalami cedera. Kedua pemain mudanya itu harus menepi akibat cedera paha yang dialami di Bernabeu. Duh.

5. Manajemen Digoyang

Dan atas semua kondisi di atas, manajemen Madrid juga mulai digoyang. Para suporter mulai menyuarakan mosi tidak percaya kepada petinggi klub.

Usai Madrid ditendang Ajax, seruan presiden klub Florentino Perez untuk mundur terdengar. Selain itu, para suporter juga mulai mengecam beberapa pemain yang dianggap harus bertanggung jawab dalam kekalahan itu.

Adalah Gareth Bale, Thibaut Courtois, Karim Benzema, dan Casemiro, yang dianggap para suporter bermain buruk saat Madrid dikalahkan Ajax, dan itu berdasarkan hasil survei. [detik]

Bungkam Madrid 3-0. Barcelona Ke Final Copa del Rey

Barcelona merebut tiket final Copa del Rey usai memenangi El Clasico kontra Real Madrid. Di Santiago Bernabeu, Blaugrana menang telak 3-0.

Bertandang ke Santiago Bernabeu, Kamis (28/2/2019) dinihari WIB, Barcelona sebenarnya dalam posisi tidak diuntungkan. Madrid punya gol tandang menyusul hasil imbang 1-1 pada leg pertama di Camp Nou.

Laga berjalan keras sejak selepas kick-off. Barcelona sedikit lebih dominan di babak pertama, tapi Madrid berbahaya dari serangan balik. Periode ini berakhir tanpa gol.

Madrid sebenarnya menciptakan sejumlah peluang bagus di babak pertama, tapi gagal memaksimalkannya. Barcelona yang lebih efisien pun menghukum mereka.

Luis Suarez membawa Barcelona memimpin di menit ke-50, lalu gol bunuh diri Raphael Varane pada menit ke-69 semakin memukul Madrid. Pelanggaran Casemiro di menit ke-73 berujung penalti, dan berbuah gol ketiga Barcelona dari kaki Suarez.

Keunggulan tersebut dipertahankan Barcelona sampai laga usai, memastikan mereka ke final dengan agregat 4-1. Di final, Barcelona akan menghadapi pemenang antara Valencia kontra Real Betis.

Jalannya Pertandingan

Barcelona berupaya menguasai pertandingan selepas kick-off. Peluang baru tercipta di menit ke-8, ketika Ousmane Dembele merangsek di kiri dan melepaskan umpan silang ke Luis Suarez di tiang jauh.

Suarez lalu memantulkannya ke Sergi Roberto di tengah, tapi bola dipotong dan disapu oleh bek Madrid.

Madrid merespons di menit ke-18 ketika Vinicius Junior mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Sepakannya melambung.

Agresivitas Madrid berujung peluang lain di menit ke-23. Jordi Alba gagal menyapu bola dengan bersih dan disambar Vinicius, namun Marc-Andre ter Stegen masih sigap menghalau. Pertahanan Barcelona menghalau bola sebelum peluang lain disambar Lucas Vazquez.

Tembakan Rakitic di menit ke-21 diblok Casemiro. Sementara umpan silang Dembele tak lama berselang tak ada yang menyambar.

Madrid membuang dua peluang bagus di menit ke-37. Vinicius menerima umpan terobosan dan tinggal menghadapi Ter Stegen, hanya saja sepakannya diblok Clement Lenglet yang datang di saat terakhir.

Bola sempat dikuasai kembali oleh Vinicius dan dioper ke Benzema. Kali ini sepakan Benzema digagalkan oleh Ter Stegen dengan kaki.

Peluang lain untuk Vinicius semenit berselang. Sepakannya di tengah kotak penalti meneruskan sebuah umpan silang dari Sergio Reguilon melesat tipis saja ke atas gawang.

Sebuah serangan balik potensial dari Barcelona di menit ke-42, yang dipimpin Messi dan Suarez, dihentikan dengan tekel-tekel oleh Madrid. Sampai babak pertama berakhir, tak ada gol tercipta.

Dua menit babak kedua berjalan, Madrid mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas. Umpan lambung Toni Kroos ditanduk Benzema dan melesat tipis saja di atas gawang Barcelona. Belakangan wasit meniup peluit karena Benzema lebih dulu melanggar Sergio Busquets.

Barcelona memimpin di menit ke-50. Dembele lolos dari penjagaan di kiri dan melepaskan umpan tarik. Bola disambar Suarez di kesempatan pertama untuk menaklukkan Keylor Navas.

Percobaan Toni Kroos dari luar kotak penalti pada menit ke-53 belum menemui sasaran. Bola melayang jauh ke atas gawang.

Madrid punya kans lain di menit ke-54 dari tendangan bebas. Umpan lambung Kroos mengarah ke tengah kotak penalti dan Casemiro memenangi duel udara. Sundulannya masih melebar.

Madrid meminta penalti saat Vazque terjatuh di bawah tekanan dua bek Barcelona, kala berupaya menyambar umpan Reguilon. Tapi wasit tak menggubris.

Nyaris Madrid! Reguilon dalam posisi bebas menyambar umpan silang dari Vinicius dengan sundulan pada menit ke-62. Tapi Ter Stegen menepis bola dengan gemilang.

Madrid membuang dua peluang bagus lainnya tak lama berselang. Sepakan keras Dani Carvajal dihentikan Ter Stegen, lalu sontekan Vinicius dibelokkan ke luar lapangan.

Membuang-buang peluang, Madrid pada prosesnya malah kembali kebobolan. Dari serangan balik, Dembele melepaskan umpan silang dari sisi kanan ke Suarez di tengah. Raphael Varane mencoba memotong, namun justru membuat bola bergulir masuk ke gawang.

Petaka untuk Madrid, ketika Casemiro melanggar Suarez di kotak penalti pada menit ke-71. Suarez maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Navas dengan tembakan panenka.

Keunggulan 3-0 membuat Barcelona nyaman mengontrol laga. Sementara Madrid kehilangan agresivitas setelah gol penalti Suarez.

Sampai laga selesai, tak ada peluang berarti lainnya ataupun gol tercipta. Barcelona pun lolos dengan agregat 4-1.

Susunan pemain:

Real Madrid: Keylor Navas; Daniel Carvajal, Sergio Ramos (c), Raphael Varane, Sergio Reguilon; Toni Kroos, Casemiro (Federico Valverde 75′), Luka Modric; Lucas Vazquez (Gareth Bale 68′), Karim Benzema, Vinicius Junior (Marco Asensio 81′)

Barcelona: Marc-Andre ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Clement Lenglet, Jordi Alba; Sergi Roberto, Sergio Busquets (Arthur 86′), Ivan Rakitic; Lionel Messi (c), Luis Suarez (Arturo Vidal 78′), Ousmane Dembele (Philippe Coutinho 75′)

[detik]

Main Jelek, Barcelona Menang Tipis Dari Valladolid

Barcelona susah payah mengalahkan Real Valladolid. Kendati meraih tiga poin, permainan Blaugrana dinilai jelek.

Menjamu Valladolid di Camp Nou, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB, Barcelona cuma menang 1-0. Gol pun dicetak lewat titik putih oleh Lionel Messi.

Sepanjang laga, Barcelona sedianya tampil mendominasi atas Valladolid. BBC mencatat, tuan rumah menguasai bola 61 persen dan melepaskan 20 shot dengan 8 yang on target, berbanding 1o shot lawan namun tidak ada yang mengarah ke gawang.

Satu gol akhirnya didapat Barcelona dari penalti, usai Gerard Pique dilanggar di kotak penalti. Messi kemudian bisa mengeksekusinya dengan apik. Sempat dapat penalti lagi di babak kedua, namun Messi gagal menaklukkan Jordi Masip di kesempatan keduanya.

Usai laga, Pique mengakui Barcelona bermain kurang bagus. Ia menilai rekan-rekannya tidak bermain dengan cair seperti biasanya.

“Kami belum bermain bagus dan kami bukan tim yang kami inginkan, tetapi yang baik adalah kami memenangkan pertandingan,” katanya seperti dilansir Marca.

“Tetapi sensasinya tidak baik dan kami harus berkembang dan menjadi lebih baik. Atau, kami akan memiliki waktu yang buruk pada Selasa (melawan Lyon di Liga Champions).”

“Kami tidak bermain cair dan tidak menggerakkan bola dengan cepat dan memiliki atau mendominasi permainan dan menciptakan peluang,” ungkapnya. Kemenangan membuat Barcelona masih kukuh di puncak klasemen denagan 54 poin dari 24 laga. Tim asuhan Ernesto Valverde itu masih unggul 7 poin dari Atletico Madrid. [detik]

Performa Moncer Vinicius Junior di Madrid Buahkan Pujian Solari

 

Penampilan Vinicius Junior di club raksasa asal Spanyol, Real Madrid terus mengilap. Menurut sang pelatih Santiago Solari, performa Vinicius termasuk dalam kemampuan yang langka untuk pemain seusianya.

Vinicius main sejak menit pertama kala Madrid tandang ke markas Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey, Kamis (7/2/2019) dini hari WIB. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Dalam laga tersebut, Vinicius memang tak menyumbang gol maupun assist. Namun penyerang berusia 18 tahun itu jadi ancaman konstan dari sisi kiri.

Meski tak bikin assist, Vinicius ikut terlibat dalam gol Lucas Vazquez. Dia lah yang mengirim bola kepada Karim Benzema yang kemudian memberikan assist kepada Vazquez.

Vinicius tercatat sebagai pemain Liga Spanyol yang terlibat dalam paling banyak gol di Copa del Rey musim ini. Dia mencetak dua gol dan tujuh assist sejauh ini. Jika ditotal, Vinicius sudah mengemas tiga gol dan 10 assist dari 21 kali penampilan di semua kompetisi.

Solari mengaku tak terkejut dengan performa Vinicius. Namun dia mengakui tidak banyak remaja yang tampil sebaik Vinicius.

“Saya tidak terkejut karena saya mengenalnya sejak dia tiba di sini,” ujar Solari seperti dilansir ESPN FC.

“Saya tahu bagaimana dia bermain. Tapi seorang berusia 18 tahun bermain dengan cara seperti ini, itu langka.”

“Dia pantas dapat banyak pujian, begitu juga teman-teman setimnya yang sudah mendukung dan membantunya,” katanya menambahkan. [detik]

El Clasico, Real Madrid Imbangi Barcelona 2-2

El Clasico Real Madrid Barcelona

Duel El Clasico jilid kedua berakhir tanpa pemenang. Bermain dengan 10 orang di sepanjang babak kedua, Barcelona akhirnya imbang dengan Real Madrid 2-2.

Bertanding di Camp Nou, Senin (7/5/2018) dinihari WIB, Barca membuka keunggulan lewat gol Luis Suarez sebelum disamakan Madrid melalui Cristiano Ronaldo. Setelah turun minum, Lionel Messi membawa tim tuan rumah kembali memimpin tapi Gareth Bale memaksakan hasil imbang.

Barca tidak tampak kewalahan meski bermain dengan 10 orang di sepanjang babak kedua. Menyusul diusirnya Sergi Roberto setelah menerima kartu merah di penghujung babak pertama.

Dengan hasil ini, Barca masih menjaga peluang tidak terkalahkan sampai akhir musim. Dalam 35 pertandingannya, Barca mendulang 26 kemenangan dan sembilan laga seri sehingga mengoleksi 87 poin. Madrid berada di peringkat ketiga klasemen dengan perolehan 72 poin, tertinggal 15 poin dari rival abadinya itu.

Jalannya Pertandingan

Ancaman Barcelona hadir saat pertandingan belum genap empat menit. Luis Suarez menyambut bola sodoran Lionel Messi dengan sepakan dari luar kotak penalti, tapi gawang Madrid aman karena Raphael Varane memaksa bola berbelok untuk menciptakan sepak pojok.

Serangan balasan Madrid masih terlalu lemah saat tembakan Cristiano Ronaldo mengarah kepada Marc-Andre ter Stegen. Di menit ke-10, Barcelona berhasil menciptakan gol pembuka untuk memimpin 1-0.

Sergio Robert melakukan sprint di sisi kanan sebelum mengirim umpan silang akurat yang menemui Suarez. Tanpa kawalan, Suarez mudah saja menuntaskan dengan sepakan first-time yang mengecoh Keylor Navas.

Keunggulan Barca hanya bertahan empat menit. Madrid menyamakan skor 1-1 melalui Ronaldo.

Kerjasama Ronaldo dengan Toni Kroos diakhiri dengan umpan lambung yang disundul Karim Benzema di tiang jauh. Meski dibayangi Gerard Pique, Ronaldo mampu menyelesaikan bola dengan sontekan dari jarak dekat.

Sebuah peluang emas untuk Barca. Di menit ke-19, Messi mengirim umpan dari lapangan tengah kepada Jordi Alba yang bebas di depan. Namun, sentuhan bola Alba kurang oke sehingga sepakannya melambung.

Madrid semakin berbahaya. Ter Stegen dipaksa keluar dari sarangnya untuk buru-buru menyapu bola di luar kotak penalti. Sepakan Ronaldo dari sisi kanan pertahanan Barca bergulir tipis di samping tiang gawang Barca.

Barca dan Madrid saling balas serangan. Tendangan bebas Barca dieksekusi Messi, bola menemui Samuel Umtiti di tiang dekat tapi masih melambung. Setelahnya, sundulan Ronaldo melambung tipis.

Barca melewatkan peluang menambah golnya memasuki lima menit terakhir. Umpan pendek Phillipe Coutinho diterima Messi, yang tak sanggup menceploskan bola walau tinggal berhadapan dengan Navas.

Bencana bagi Barcelona. Menjelang turun minum, Barca mesti bermain dengan 10 orang setelah Sergi Roberto diacungi kartu merah karena melanggar Marcelo di tepi kotak penalti.

Madrid mengawali serangan pertama di babak kedua. Dari serangan balik cepat, pemain pengganti Marco Asensio meliuk-liuk untuk melepaskan sepakan tapi masih mengarah tepat ke Ter Stegen.

Kekurangan pemain tak membuat Barca kesulitan mencetak gol tambahan. Di menit ke-52, Messi menggandakan keunggulan menjadi 2-1.

Suarez lolos dari penjagaan Varane untuk mengirim umpan diagonal kepada Messi. Sang megabintang melewati dua pemain Madrid sebelum melepaskan tembakan kaki kiri akurat yang menembus penjagaan Navas.

Penyelamatan bagus dari Navas di menit ke-70. Messi terbebas setelah menerima umpan lambung dari belakang, tapi Navas mampu menepis tendangannya dalam situasi one on one.

Hanya dua menit kemudian, Madrid menyamakan skor menjadi 2-2. Umpan Kroos kepada Asensio diselesaikan Bale dengan tembakan melengkung yang tidak dapat dijangkau Ter Stegen.

Madrid mengklaim penalti setelah Marcelo diganjal Alba. Namun, wasit tidak menganggapnya pelanggaran. Madrid pun kini lebih agresif menyerang pertahanan Barcelona,

Serangan balik berbahaya dari Barcelona. Dalam kepungan pemain bertahan Madrid, Messi melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh tapi bola masih melebar. Sepakannya usai menerima sodoran Ivan Rakitic lantas ditepis Navas. Skor El Clasico masih sama kuat 2-2 hingga menit ke-83.

Di akhir injury time, Barca berpeluang mencetak gol kemenangan. Namun, operan Paulinho kepada Rakitic gagal sehingga bola dikuasai Madrid. Serangan balik Madrid diakhiri dengan sepakan kencang Bale tapi masih melebar.

Susunan Pemain

BARCELONA: Marc-Andre ter Stegen; Sergi Roberto, Gerard Pique, Samuel Umtiti, Jordi Alba; Philippe Coutinho (Semedo 46′), Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Andres Iniesta (Paulinho 58′); Lionel Messi, Luis Suarez (Alcacer 90+2′)

REAL MADRID: Keylor Navas; Nacho (Lucas Vazquez 68′), Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo; Luka Modric, Casemiro, Toni Kroos (Kovacic 84′); Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo (Asensio 46′)