Final Piala Presiden 2019, Jatim Masih Jadi Barometer Sepakbola Nasional

Arema FC dan Persebaya Surabaya merupakan finalis Piala Presiden 2019. Derby kali ini menjadi bukti Jawa Timur adalah barometer sepakbola Indonesia.

Laga klasik ini akan berjalan dua leg. Pertandingan pertama di Gelora Bung Tomo, Selasa (9/4/2019). Leg kedua berlangsung di Stadion Kanjuruhan tiga hari sesudahnya.

Sejak Piala Presiden bergulir 2017, ini merupakan derby Jatim pertama di pertandingan final. Lebih bagusnya lagi, ada tiga tim Jatim yang sampai menembus babak semifinal pada edisi 2019.

Satu lagi Madura United, yang dikalahkan oleh Bajul Ijo di babak semifinal. Sementara itu, Singo Edan menaklukkan Kalteng Putra di babak semifinal.

“Pertemuan klasik Arema FC dan Persebaya menunjukkan jika Jawa Timur adalah barometer sepakbola Tanah Air. Sekaligus, menunjukkan keduanya adalah tim berprestasi,” ungkap media officer Arema FC, Sudarmaji, kepada wartawan, Minggu (7/4/2019).

Sementara itu, pelatih Persebaya, Djajang Nurjaman, menilai bahwa keberhasilan Green Force masuk ke final karena mental yang kuat. Beberapa kali, Hansamu Yama Pranata cs bisa bangkit dari ketertinggalan.

“Mentalnya sudah mulai kelihatan, mulai dari Bandung. Ketinggalan bisa terbalas. Selalu seperti itu. Sudah tiga pertandingan saya lihat. Artinya mereka sudah memiliki mental yang cukup kuat,” ujar pria yang akrab disapa Djanur itu. [detik]

No Response

Leave a reply "Final Piala Presiden 2019, Jatim Masih Jadi Barometer Sepakbola Nasional"