News  

Bisakah Jokowi Cawe-cawe di Pilkada Serentak 2024?

Jokowi sukses besar di Pilpres 2024. Berhasil mengantarkan putra sulungnya yang belum berumur 40 tahun, Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden termuda sejak Indonesia merdeka.

Sukses besar Jokowi karena cawe-cawenya itu disebut-sebut akan berlanjut di Pilkada serentak yang di akan digelar pemungutan suaranya 27 November 2024. Menantunya, Bobby Nasution sekarang Walikota Medan naik kelas menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara.

Saingan Bobby Nasution petahana Edy Rahmayadi, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok dan Musa Rajekshah alias Ijeck. Bukan hal mudah bagi Robby Nasution untuk menang melawan nama-nama besar tersebut meski didukung oleh partai penguasa, Gerindra.

Sedangkan Kaesang Pangarep setelah sukses menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tanpa melalui pemilihan layaknya partai-partai Indonesia yang dipilih melalui Kongres, Musyawarah Nasional atau Muktamar. Kaesang Pangarep menjadi Ketua Umum PSI melalui penunjukan.

Sempat nama Kaesang Pangarep muncul sebagai bakal calon Walikota Depok sebelum Pemilu 2024. Kini nama Kaesang Pangarep disebut-sebut akan maju di Pilkada Jakarta.

Belum pasti partai apa yang bakal mengusung putra bungsu Jokowi ini karena PSI mesti berkoalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung cagub-cawagub Jakarta karena belum mencapai 20 persen.

Cawe-cawe Jokowi diprediksi hanya sampai pada fase penetapan pasangan calon dan kampanye. Jokowi akan menggunakan pengaruhnya untuk melobby partai-partai terutama Koalisi Indonesia Maju agar mau mengusung Bobby Nasution di Sumatera Utara dan Kaesang Pangarep di Jakarta.

Masih besar peluang Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep dikalahkan di Pilgub Sumatera Utara dan Jakarta. Pasalnya saat pencoblosan, 27 November 2024 Jokowi bukan lagi Presiden Indonesia. Sejak 20 Oktober 2024 Presiden Indonesia dijabat oleh Prabowo Subianto.

Pasca 20 Oktober 2024 cawe-cawe Jokowi melalui politisasi bansos seperti pada Pilpres 2024 akan terhenti. Sementara pengaruh Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden tidak akan berpengaruh banyak kecuali mengandalkan loyalis Jokowi di militer, polisi dan intelijen yang harus bersikap netral.

Penulis ragu Presiden Prabowo akan menggunakan kekuasaannya untuk memenangkan menantu dan putra bungsu Jokowi, Bobby Nasution dan Kaesang Pangarep pada hari pemungutan suara, 27 November 2024.

Bagaimanapun Prabowo pasti sudah berhitung agar Pemerintahannya lima tahun ke depan terlepas dari bayang-bayang Jokowi dan LBP yang kabarnya telah dipasang ranjau-ranjau politik agar Jokowi dan LBP tetap punya pengaruh di rezim Prabowo nanti.

Bukan berarti misalnya Gerindra mendukung Bobby Nasution maupun Kaesang agar keduanya harus menang. Hanya sekadar balas jasa politik karena Jokowi dianggap berjasa mengantarkan Prabowo menjadi Presiden ke-8.

Setelah itu terserah rakyat Sumatera Utara dan Jakarta untuk memilih gubernurnya. Prabowo keluar dari bayang-bayang Jokowi dengan elegan.

Wallahua’lam bish-shawab
Jakarta, 23 Dzulqa’dah 1445/31 Mei 2024
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis