5 Negara Yang Sukses Pindahkan Ibukota, Nomor 3 Hasil Bisikan Dukun

Wacana ibu kota pindah dari Jakarta sudah digaungkan sejak pemerintahan Presiden Soekarno. Kala itu, Bung Karno memilih Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kota tersebut dipilih lantaran memiliki wilayah yang cukup luas, strategis, dan relatif aman dari bencana alam.

Namun, rencana besar ini gagal terwujud lantaran beberapa faktor, seperti kondisi perekonomian Indonesia yang masih belum stabil. Kemudian, saat era pemerintahan Presiden Soeharto, niat pindah ibu kota belum padam.

Bedanya, kalau Soeharto ingin memindahkan pusat pemerintahan baru ke wilayah yang tidak jauh dari Jakarta. Tepatnya Jonggol, Jawa Barat.

Alasannya karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, atau sekitar 40 kilometer. Akan tetapi, rencana ini kembali gagal.

Ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden, wacana pindah ibu kota kembali mengemuka.

Bukan Palangkaraya atau pun Jonggol, tapi SBY berencana untuk memperluas wilayah cakupan Jakarta sebagai ibu kota menjadi The Greater Jakarta.

Artinya, pemerintah akan memperluas wilayah Jakarta hingga Sukabumi dan Purwakarta. Lagi-lagi, rencana itu sama sekali tidak terwujud. Rumitnya pindah ibu kota bukan saja dialami Indonesia.

Berdasarkan data yang diolah VIVA, Senin, 12 Agustus 2019, setidaknya 5 negara sukses memindahkan pusat pemerintahan, yang 3 di antaranya adalah tetangga Indonesia.

Kazakstan

Salah satu negara bekas Uni Soviet yang berlokasi di Asia Tengah ini awalnya beribu kota Almaty. Namun, pada Desember 1997, pindah ke Astana. Pertimbangannya karena Almaty rawan gempa bumi. Selain itu, letak Almaty sangat dekat dengan negara baru pecahan Uni Soviet lainnya, Kirgistan.

Ditakutkan bila ada turbulensi politik maka bisa menular ke dalam negeri Kazakhtsan. Hingga kini, negara yang dipimpin oleh Presiden Kassym-Jomart Tokayev itu sangat berkembang dan sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar di kawasan Asia Tengah.

Pakistan

Musuh bebuyutan India itu pindah ibu kota, dari sebelumnya Karachi ke Islamabad, pada 1967. Terpilihnya Islamabad bukan tanpa alasan.

Pemerintah Pakistan menganalisa bahwa Islamabad lebih mudah dijangkau dari semua bagian negara. Mulai dari akses administratif kenegaraan sampai layanan publik untuk masyarakat, tidak seperti Karachi.

Myanmar

Myanmar adalah negara yang terkenal dengan dukun atau peramal atau ahli nujum. Salah satu yang paling terkenal adalah Swe Swe Win atau E Thi, yang sering dijuluki dengan nama ET.

Dukun ini bertubuh pendek tapi tidak bisa mendengar maupun berbicara dan semua komunikasi dengan klien dilakukan secara tertulis lewat saudara perempuannya, Thi Thi Win.

Ramalan nasib dan astrologi masih banyak dipercaya di Myanmar. Dahulu, ibu kotanya adalah Yangon, namun pindah ke Naypyidaw pada akhir 2005.

Naypyidaw artinya ‘Tempat Tinggal Para Raja’. Lantas, apa kaitan ET dengan pindah ibu kota Myanmar?

Adalah mantan pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Than Shwe, yang mendapat bisikan dari ET supaya ibu kota pindah. Itu karena ET merupakan ‘penasehat’ spritual Than Shwe.

Tidak hanya Than Shwe yang ‘takluk’, kemampuan ET dalam meramalkan masa depan juga dipercayai beberapa pemimpin negara lainnya, termasuk mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra.

Malaysia

Makin padatnya Kuala Lumpur, membuat pemerintah Malaysia memutuskan untuk memindahkan pusat pemerintahan sejauh 15 mil (sekitar 24 kilometer) ke arah barat pusat kota yang bernama Putrajaya.

Ide pindah ibu kota tersebut dicetuskan oleh Mahathir Mohammad saat menjabat sebagai perdana menteri pada dekade 1990-an.

Hebatnya, ide ini digagas bertepatan dengan krisis moneter yang melumpuhkan Asia pada 1997. Proyek ambisius itu terus berjalan hingga resmi dioperasikan, dua tahun setelahnya.

Ibu kota baru Malaysia ini berdekatan dengan Cyberjaya, sebuah kota kecil yang didesain sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dan digadang-gadang menjadi Lembah Silikon (Silicon Valley) Asia Tenggara.

Australia

Canberra resmi menjadi ibu kota Australia pada 12 Maret 1913. Canberra merupakan sebuah desa yang terletak di Sungai Molonglo, sekitar 150 mil barat daya Sydney.

Sebelum seperti sekarang, Australia terdiri atas enam koloni yang terpisah. Masing-masing koloni memiliki parlemen dan administrasi tersendiri. Begitu pula diterapkan pajak jika berpindah dari wilayah satu ke yang lain.

Namun, setelah melewati berbagai diskusi dan perdebatan, akhirnya persemakmuran Australia secara resmi terbentuk pada 1 Januari 1901 sebagai negara yang bersatu.

Mulai saat itu hingga 10 tahun kemudian baru disetujui Canberra sebagai ibu kota atas kemufakatan bersama.

[viva]

No Response

Leave a reply "5 Negara Yang Sukses Pindahkan Ibukota, Nomor 3 Hasil Bisikan Dukun"