Said Abdullah: Ada Menteri Gagap Ikuti Prabowo, Bikin Kebijakan Membebankan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah bicara mengenai kinerja Kabinet Merah Putih di 100 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya masih ada menteri yang gagap dan tertatih-tatih mengikuti kinerja Prabowo.
“Kalau melihat orkestrasi dari jajaran kementerian, memang saya berharap presiden dan hari ini bisa mengevaluasi para menteri di kabinetnya dan ada yang tertatih-tatih, ada yang gagap untuk mengikuti irama presiden yang begitu cepat,” kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/2).

Bahkan Said menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh beberapa menteri justru membebani presiden.
“Bahkan ada menteri yang membuat kebijakan justru kebijakannya membebani Bapak Presiden,” katanya.

Saat ditanya apakah menteri yang membebani Prabowo ini salah satunya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang baru-baru ini mengeluarkan kebijakan kontroversi terkait pola distribusi LGP 3 kilogram (kg), Said tak menampik.

“Iya pastilah soal LPG karena menimbulkan keriuhan kegaduhan kemudian kebijakan yang ditempuh juga belum diuji tingkat validitasnya, tingkat kecanggihannya,” katanya.

Menurutnya, hal ini sudah cukup bagi Prabowo untuk mulai mempertimbangkan melakukan penyegaran di kabinetnya dengan melakukan reshuffle.

“Jadi hemat saya, presiden sesungguhnya lebih tau mana yang layak di-reshuffle dan mana yang diteruskan. Dan mana saya kementerian yang perlu digenjot, perlu effort, untuk mencapai Asta Cita sebagai mimpi presiden,” katanya.

Meski masih ada yang perlu dibenahi, Said memuji kinerja Prabowo di 100 hari kepemimpinannya.
“Walaupun kita tahu bersama dari sisi kepuasan publik 85 persen ke Pak Presiden itu adalah sesuatu luar biasa,” pungkasnya.(Sumber)