NewsReliji

Sejarah Perayaan Maulid

0

Bismillah.

Sholahudin al Ayyubi adalah yang pertama kali mengadakan Maulid.

Saat itu ia lihat banyak orang yang rusak, banyak anak muda yang terlena dunia. Itu karena kurang dekat dengan Nabi SAW. Sholahudin al Ayyubi pun berpikir, bagaimana cara membangkitkan cinta kepada Nabi SAW.

Para ulama pun dikumpulkan dan diminta membuat kitab sejarah Nabi SAW yang bisa selesai dibaca dalam 1 jam. Sholahudin al Ayyubi membuatnya sebagai sayembara, disiapkan lah hadiah.

Para ulama pun berlomba menuliskan kitab-kitab yang mengagungkan Nabi SAW. Bukan sekadar karena ingin menang lomba, namun juga dengan niat dakwah agar yang membaca dan mendengar kisah dari kitab mereka menjadi semakin besar cintanya kepada Rasulallah SAW.

Hingga akhirnya, Albarzanji lah yang memenangkan sayembara, yang kemudian menjadi kitab maulid paling tua yang pernah ada.

Tepat pada hari kelahiran Nabi SAW, tanggal 12 Robiul Awal, didirikanlah panggung besar yang dihadiri ribuan warga pada masa itu. Dipilih orang dengan suara keras dan bagus, dan dibacalah kitab yang menang tsb.

Dan saat dibacakan detik-detik kelahiran Sang Baginda Rasul SAW, mereka yang hatinya bersih, dapat melihat kehadiran Nabi SAW dengan mata batin mereka. Dan saat menyadari kedatangan Nabi SAW, mereka serentak berdiri menyambut. Ada pula yang sekadar bisa merasakan, mereka ikut berdiri. Sebagian kecil yang tak dapat merasakan turut berdiri pula demi melihat guru-guru mereka dan para orang mulia berdiri.

Lalu bersama-sama mereka mengucap salam kepada Nabi SAW:

Ya Nabi salam alaika… ya Rasul salam alaika… ya Habib salam alaika… sholawatullah alaika…

Dan sejak saat itu maulid Nabi Saw pun dirayakan, dan pada saat kisah kelahiran beliau dibacakan, orang-orang akan berdiri dan memberi salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Dan, kata Baginda Rasulallah SAW, “Tidaklah umatku mengucap salam kepadaku, kecuali Allah akan mengembalikan ruhku sehingga aku dapat menjawab salamnya.”

Masya Allah.

Semoga kita diberikan kesempatan untuk menghadiri majlis Maulid dan bisa menyampaikan salam kepada Baginda Nabi SAW dan dibalas salam kita oleh Beliau. Aamiin YRA.

Disarikan dari tausyiah Ustadzah Halimah Alaydrus
Nadiah Alwi [facebook]

Indonesia Sudah Punya 3 Wakil di Babak ke-2 Fuzhou China Open 2019

Previous article

Tarekat Sesat Puang La’lang, Jual Tiket Surga Seharga Rp.50 Ribu

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *