News  

Beathor Suryadi: Muncul Dugaan Gelar Profesor Paiman Bodong

Penasihat FKMTI, Bambang Beathor Suryadi/Net

Kemunculan nama Profesor Dr. Paiman, MM, M.Si, dalam pusaran kontroversi dugaan ijazah palsu Presiden Indoneia ke-7 Joko Widodo (Jokowi), terus menjadi perbincangan hangat. Beathor Suryadi, politikus senior PDIP yang selama ini dikenal vokal terhadap isu tersebut, mengungkap bahwa nama Paiman “tiba-tiba muncul” di layar HP Roy Suryo saat melakukan investigasi.

Menurut Beathor, kehadiran Paiman dalam konteks ini bukan tanpa alasan. Ia disebut-sebut sebagai salah satu dari pemilik 50 kios yang terbakar di kawasan Pasar Pojok Pramuka — lokasi yang dikaitkan dengan dugaan percetakan ijazah palsu.

“Awalnya saya mendapat info dari kawan aktivis, meski saat itu informasinya masih minim. Saya sempat menyebut bahwa sarjana Paiman palsu, dan beliau pun memprotes keras, menuding saya telah memfitnah,” ujar Beathor kepada Radar Aktual, Sabtu (12/7/2025).

Untuk meredakan ketegangan, seorang kawan pun menginisiasi pertemuan antara Beathor dan Paiman. Dalam pertemuan itu, Beathor bersedia meminta maaf atas tuduhan yang mungkin didasari data belum utuh. Namun, langkah damai tersebut justru memantik gelombang baru.

Setelah pertemuan, pihak Paiman menyebarkan video dengan narasi “Beathor Minta Maaf”, yang kemudian viral. Namun sorenya, situasi berbalik. Muncul video pernyataan dari pihak yayasan dan alumni Universitas Moetopo, tempat Paiman mengklaim memperoleh gelarnya, yang menyebut bahwa proses kenaikan akademik Paiman berlangsung hanya dua bulan — sesuatu yang dinilai sangat tidak lazim dalam dunia akademik.

Pihak yayasan pun dikabarkan tengah melakukan investigasi internal dan telah melaporkan hal ini ke Ditjen Dikti untuk memastikan legalitas akademik yang bersangkutan.

Dengan fakta-fakta terbaru tersebut, Beathor Suryadi menegaskan kembali posisinya. Ia menyatakan bahwa meski telah menyampaikan permintaan maaf secara personal terkait informasi yang belum utuh, kini telah muncul bukti yang justru menguatkan dugaan awal.

“Maaf saya pribadi telah dijawab oleh pihak Universitas. Maka saya tetap pada posisi bahwa ijazah Joko Widodo patut diduga kuat dicetak di kios Pasar Pojok Pramuka milik Paiman, yang gelar profesornya kini pun diragukan keabsahannya,” tegas Beathor.

Kasus ini kini tidak hanya menyentuh soal dugaan ijazah palsu tokoh nasional, tetapi juga membuka tabir baru soal praktik gelar akademik instan yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Publik pun menanti hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.