Wajah Palsu Jokowi Tidak Mungkin Berubah Jadi Wajah Asli

Sekalipun Jokowi dan para penjilatnya terus menembakkan amunisi, mulai dari senjata kecil, bom, atau bahkan rudal untuk menyerang para penggugat Ijazah Palsu Jokowi, sampai kapan pun Ijazah Jokowi tidak akan berubah menjadi asli. Bahkan, semakin mereka terus melancarkan serangan, akan semakin meyakinkan akan kepalsuan ijazah Palsu Jokowi.

Baru-baru ini, salah seorang penjilat Jokowi, Erick Thohir membuat ancaman kepada para penggugat ijazah palsu Jokowi, kalau mereka akan dibuat mati mengenaskan seperti yang terjadi di KM50. Jadi seperti inilah cara-cara Jokowi menangani para pengkritiknya : bunuh, bantai, dan musnahkan!*l

Sampai kiamat pun Jokowi tidak akan bisa menjadikan ijazahnya menjadi asli. Apalagi, setelah terbongkarnya skandal pencetakan Ijazah Palsu di Pasar Pramuka, maka upaya Jokowi untuk “meng-aslikan” ijazah palsunya sudah tidak mungkin lagi. Skandal pasar Pramuka sebenarnya bisa menjadi pintu masuk membongkar ijazah-ijazah palsu para petinggi negara.

Berbagai upaya Joko untuk meng-aslikan sesuatu yang palsu ini Jokowi telah mengerahkan banyak sekali sumber daya, mulai dari pengerahan buzzer-buzzer bayaran, menyogok alumni UGM Angkaran 1985, menyogok seseorang agar mengaku jadi guru pembimbing, sampai berani menyogok lembaga UGM yang awal sangat kredibel untuk mengakui telah mengeluarkan ijazah Jokowi pada tahun 1985 dari Fakultas Kehutanan yang ditandatangani oleh Dekan bohongan juga.

Kenapa mereka mau berbohong demi Jokowi ? Karena factor intimidasi yang sangat mengerikan, bahkan bisa memgancam seluruh keluarganya untuk dimusmahkan, ditambah lagi mereka bisa mendapat uang dan jabatan yang menggiurkan. Itulah juga cara-cara Jokowi membungkam Ketua (dan pegawai) KPU dan MK untuk membatalkan kemenangan Anies-Muhaemin dan memenangkan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

Walaupun Jokowi berwajah ndeso dan culun, tapi juwa angkara murkanya melebihi Hitler bahkan Firaun. Baik Hitler maupun Firaun, pembantaiannya hanya kepada musuh nangsa lain, tapi mereka berdua sangat cinta negerinya sendiri. Sedangkan Jokowi, yang dibantai itu bangsa sendiri dan negerinya sendiri dijual kepada musuh Indonesia.

Paling tidak ada lima upaya Jokowi untuk bisa meng-aslikan ijazah palsunya :

Pertama, Mengintimidasi institusi Polri untuk bersandiwara, berpura-pura melakukan uji forensik sampai gelar perkara, untuk menyatakan keaslian ijazah Jokowi, tapi semuanya hanya settingan belaka

Kedua, Mengintimidasi UGM, khususnya rektor dan pejabat terkait untuk mengungkap kebenaran keaslian ijazah Jokowi, tapi semuanya hanya settingan belaka

Ketiga, Membela pengacara untuk Sedaya upaya menunjukkan keaslian ijazah Jokowi dengan menunjukkan berbagai dokumen palsu

Keempat, Menyuap orang-orang tertentu yang dianggap berkaitan dengan proses keluarnya ijazah, seperti : teman kuliah palsu, wisudawan palsu, pembimbing palsu, foto palsu, tanda tangan palsu, dan lembaran ijazah yang bukan miliknya.

Kelima, Menyewa para buzzer, influencer, juru bicara, dan mendanai para pendukungnya untuk menggiring opini tentang keaslian ijazah Jokowi dan mendegradasi atau menyebut sebagai tudahan palsu orang-orang yang mempermasalahkan ijazah Jokowi

Sekali lagi, yang asli tidak akan berubah jadi palsu, dan yang palsu tidak berubah jadi asli. Wajah palsu, walau telah di-make up sedemikian rupa, yang palsu tetap tidak akan berubah jadi wajah asli.

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik)

Bandung, 23 Muharram 1447 H