Jokowi lambat laun mulai kehilangan kekuatannya secara signifikan.
Berita terbaru adalah dibantahnya bekingan Jokowi dari seseorang yang disebut sebagai kekuatan besar, yaitu kekuatan biru, yang ditengarai kekuatan biru itu mengarah kepada Jenderal SBY. Kekuatan SBY memang masih besar terutama di kalangan para jenderal militer.
Sebelumnya sudah beredar kabar bahwa China dan oligarki Taipan juga sudah mulai meninggalkan Jokowi. Tanpa dukungan China dan oligarki Taipan kekuatan Jokowi sangat rapuh.
Pemberian Abolisi kepada Tom Lembong dan Amnesty kepada Hasto Kristianto oleh Presiden Prabowo adalah pukulan telak bagi Jokowi. Walaupun keputusan itu ada yang menyebut sebagai bargaining terhadap tidak diprosesnya ijazah palsu Jokowi, tapi seperti yang dilaporkan wartawan senior Edy Mulyadi, kasus ijazah palsu Jokowi sudah menjadi perbincangan 25 negara. Jika hukum di Indonesia tidak mampu memprosesnya, maka tidak menutup kemungkinan akan ditangani oleh Mahkamah Internasional. Secara politik, PBB bisa menekan Prabowo untuk segera memprosesnya, dan jika Prabowo menolak, Indonesia bisa terkena sanksi PBB.
M. Rizal Fadhilah menyebut Jokowi dalam bahaya. Bisa disebut bahaya besar. Tak tahan menerima benturan kasus yang bertubi-tubi, Jokowi mengalami stress berat sampai-sampai tubuhnya tidak mampu menahannya sehingga mengalami penyakit kulit *steven johnson syndrome (SJS)*. Penyakit kulit adalah salah satu indikator kuat yang diderita manusia yang terlalu banyak berdusta, menipu, dan berbuat kedzaliman kepada banyak orang.
Stress Jokowi bertambah berat selain dukungan semakin hilang, kasus ijazah palsu sewaktu-waktu bisa diproses, demikian kasus korupsi keluarga Jokowi yang belum tersentuh hukum, saat ini posisi Gibran sebagai Wapres sangat tidak aman. Rakyat sudah menghendaki Gibran yang cuma jadi pajangan agar segera dimakzulkan. Jika Gibran dimakzulkan, maka kekuatan Jokowi di Pemerintahan Prabowo semakin lemah dan sewaktu-waktu kaki tangan Jokowi bisa ditendang Prabowo. Jika demikian, nanti Jokowi yang meminta belas kasihan Prabowo.
Ada lima kekuatan yang dulu semasa Jokowi masih berkuasa selalu memback up Jokowi yang menjadikan Jokowi sangat digdaya. Sekarang empat dari lima kekuatan itu sudah meninggalkan Jokowi.
Lima kekuatan yang memback up Jokowi adalah :
Pertama, Kekuatan China komunis
Dengan lengsernya Jokowi dari pemerintahan, dukungan ini sudah tidak lagi diberikan kepada Jokowi. Dukungan China sekarang diberikan kepada Prabowo.
Kedua, Dukungan para oligarki Taipan
Dukungan oligarki Taipan tidak permanen, selalu melihat ke mana angin bertiup. Ketika pengaruh Jokowi semakin memudar, dipastikan para oligarki Taipan akan segera mencabut dukungannya demi untuk menyelamatkan diri.
Ketiga, Dukungan dari PDIP
PDIP sebagai partai besar di Indonesia telah berjasa mengorbitkan Jokowi dari “bukan siapa+siapa” menjadi “orang terpenting” di negeri ini. Tapi Jokowi telah memilih bercerai dengan PDIP demi ambisinya yang terlampau besar sehingga melanggar konstitusi. Saat ini Jokowi justru jadi musuh PDIP
Keempat, Dukungan para jenderal, khususnya Jenderal biru (SBY)
Dukungan SBY tentu berkait dengan diakomodirnya putranya, AHY yang masuk jajaran pemerintahan Jokowi. Tapi, dengan semakin banyaknya kejahatan Jokowi terhadap negara dan bangsa Indonesia, SBY tidak mungkin akan bisa terus memback up Jokowi, karena paradigma keduanya makin berlawnan. SBY seorang nasionalis sedang Jokowi seorang perusak bahkan bisa disebut pengkhianat negara dengan menjual kedaulatan Indonesia kepada China demi ambisi pribadi.
Kelima, Dukungan dari antek-antek Jokowi, jenderal hitam, para keturunan PKI yang bermetamofose menjadi komunis gaya baru (KGB) dan buzzer-buzzer bayaran
Kekuatan ini sangat banyak, tapi jika saja Prabowo bisa tegas kekuatan mereka bisa disapu bersih. Saat ini kekuatan mereka masih sangat eksis dan seolah sengaja dipelihara. Dari Mereka-mereka inilah negara gaduh terus menerus. Jadi kegaduhan negara bukan dari para pencari kebenaran dan keadilan, tapi dari para buzzer bayaran Jokowi.
Dari kelima bekingan Jokowi, bukankah saat ini tinggal yang keluma saja yang masih kuat ? Tapi, jika arus rakyat terus mampu menekan dan melawan mereka, hampir dipastikan mereka juga juga bisa disingkirkan.
Jika semua kekuatan yang mendukung Jokowi sudah tidak ada, Jokowi hanyalah sosok rapuh yang tidak mampu bertahan walau harus berhadapan dengan seorang ketua RT yang lurus, apalagi kalau harus berhadapan dengan hukum yang jujur dan berkeadilan, nasib Jokowi dipastikan bakal mampusss.
Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik












