Tekno  

QRIS Ekspansi ke Luar ASEAN: Kini Bisa Dipakai di Jepang, UMKM Lokal Siap Go Global

QRIS (IST)

 Sistem pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS) terus memperluas jangkauan internasionalnya. Setelah sebelumnya terkoneksi dengan sejumlah negara di kawasan ASEAN, kini QRIS resmi bisa digunakan di Jepang. Langkah ini membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperluas pasar hingga ke level global.

Kebijakan ekspansi ini diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) bersama Japan Payment Service Association (JPSA). Melalui kerja sama tersebut, wisatawan asal Indonesia dapat langsung bertransaksi menggunakan QRIS di berbagai merchant Jepang, sementara wisatawan Jepang di Indonesia juga bisa memanfaatkan sistem pembayaran digital negaranya yang telah terintegrasi.

“Ekspansi QRIS ke Jepang adalah milestone penting. Ini bukan hanya memudahkan wisatawan, tapi juga mendorong UMKM kita untuk semakin terhubung dengan ekosistem global,” ujar Deputi Gubernur BI, Selasa (26/8/2025).

Menurut catatan BI, jumlah transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 45 juta merchant di Indonesia yang sudah menerima pembayaran dengan QRIS, mayoritas adalah UMKM. Dengan dibukanya akses internasional, produk-produk UMKM yang dipasarkan secara global, baik melalui pameran maupun marketplace lintas negara, berpotensi menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ketua Asosiasi UMKM Digital Indonesia, Arif Nugroho, menilai kehadiran QRIS di Jepang menjadi angin segar. “Selama ini banyak UMKM kita yang kesulitan menerima pembayaran dari turis mancanegara atau pembeli di luar negeri. Dengan QRIS, transaksi bisa lebih cepat, efisien, dan tanpa ribet soal konversi mata uang,” katanya.

Sementara itu, Jepang dipilih sebagai mitra strategis mengingat tingginya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Negeri Sakura, serta banyaknya warga Jepang yang datang ke Indonesia untuk keperluan bisnis maupun wisata.

Ekspansi QRIS ke luar ASEAN dipandang sebagai pintu masuk menuju integrasi pembayaran global. BI menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, QRIS dapat digunakan di negara-negara utama lain seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, hingga negara-negara Eropa.

Dengan semakin luasnya jangkauan QRIS, UMKM Indonesia diharapkan mampu bersaing lebih kuat di pasar global. “Kalau dulu kita bicara UMKM hanya lokal, sekarang mereka benar-benar bisa go global dengan modal digitalisasi,” pungkas Arif. (Sumber)