News  

Indonesia Mencekam! Prabowo Terancam Jika Tinggalkan Indonesia?

Gelombang demonstrasi sejak 25 sampai 29 Agustus 2025 sangat mencekam. Beberapa gedung DPRD dan Kantor Polisi dibakar. Mengingatkan kita gelombang demonstrasi 27 tahun lalu, 1998. Berujung lengsernya pemimpin kharismatik, Presiden Soeharto.

Bakar-bakar oleh massa aksi dipicu oleh ketidakadilan yang dipertontonkan secara kasat mata oleh pejabat negara. Joget-joget anggota DPR dan umpatan yang menyakitkan rakyat; “Paling tolol sedunia,” ketika rakyat meminta bubarkan DPR karena DPR seringkali menyuarakan aspirasi anti rakyat.

Ditambah adanya korban jiwa. Pengemudi ojol Affan Kurniawan menambah kemarahan rakyat. Rakyat bergerak. Gelombang massa di beberapa daerah mengepung Gedung DPRD dan Kantor Polisi.

Bukan hanya Gedung DPR, DPRD dan Kantor Polisi yang dikepung massa. Pagar gedung DPR jebol. DPRD di Sulawesi Selatan dibakar. Beberapa Kantor Polisi Sektor di Jakarta Timur seperti Polsek Jatinegara, Matraman, Cipayung dan Ciracas dibakar oleh amukan massa yang makin beringas dan susah dikendalikan.

Gedung DPR, DPRD dan Kantor Polisi menjadi sasaran perusakan oleh massa aksi. Bukan itu saja, beberapa fasilitas umum seperti beberapa halte Trans Jakarta dan MRT di Jakarta tak luput dari aksi bakar-bakar oleh massa.

Begitulah bila rakyat sudah marah. Selama ini rakyat disepelekan. Kenaikan pajak dan hidup mewah para pejabat dan anggota dewan menimbulkan kecemburuan.

Sementara rakyat hidup susah dan melarat. Penghasilan anggota dewan ratusan juta rupiah per bulan. Ditambah tunjangan perumahan anggota DPR Rp. 50 juta perbulan telah memancing reaksi negatif dari publik.

Gelombang massa dalam 5 (hari) terakhir ini memantik spekulasi. Geng Solo bermain. Memancing di air keruh. Membonceng aksi massa untuk target politik tertentu. Tragedi 98 Comeback.

Belum apa-apa Geng Solo melalui relawannya, Laskar Cinta Jokowi sudah meminta Presiden Prabowo mundur memperkuat selentingan Geng Solo sedang merancang pelengseran Presiden Prabowo dan digantikan oleh anak haram konstitusi, Gibran Rakabuming Raka.

Bila demonstasi ini meluas dan berlanjut dalam beberapa hari ke depan posisi Presiden Prabowo terancam. Apalagi awal bulan September Presiden Prabowo akan melawat ke luar negeri.

Rencananya Presiden Prabowo akan ke China menghadiri parade militer yang dijadwalkan pada 3 September 2025. Ada 26 kepala negara dan pemerintahan, termasuk Presiden Prabowo Subianto, telah mengonfirmasi akan hadir di acara itu.

Melansir kantor berita nasional China, Xinhua, edisi Kamis (28/8/2025), parade militer tersebut digelar untuk merayakan 80 tahun kemenangan China melawan agresi dan penjajahan Jepang serta perang melawan fasisme global. Dua sahabat terdekat China, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kin Jong Un, dipastikan hadir.

Tidak menutup kemungkinan akan muncul letupan baru pasca amuk massa 28-29 Agustus 2025. Demonstrasi mengarah Tragedi 98 Comeback yang dirancang Geng Solo saat Presiden Prabowo berada di luar negeri.

Bila Presiden Prabowo salah kalkulasi. Tragedi 98 Comeback benar-benar terjadi. Anak haram konstitusi berpeluang menggantikan Prabowo sebagai RI-1. Massa tak terkendali, korban jiwa dan kerusuhan meluas sementara ‘komando’ kekuasaan berada di RI-2 karena Presiden Prabowo berada di luar negeri.

Ada baiknya Presiden Prabowo menunda lawatannya ke luar negeri seperti disarankan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan mantan Dubes Indonesia untuk Amerika, Dino Patti Djalal sampai situasi dalam negeri benar-benar kondusif dari skenario Geng Solo.

Gunung Puntang, Bandung, 6 Rabiul Awwal 1447/30 Agustus 2025
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis