News  

Jangan Biarkan Indonesia Tersulut Seperti Nepal

Demonstrasi Nepal katanya terinspirasi Indonesia. Demo Indonesia akhir Agustus 2025 yang dikenal Agustus Kelabu menginspirasi dunia khususnya Nepal. Demonstrasi Nepal yang menyebabkan pemerintahan Nepal kolaps. Perdana Menteri KP Sharma Oli dan Presiden Ram Chandra Poudel mundur.

Selasa (9/9/2025), kerusuhan di Nepal meluas, termasuk pembakaran Gedung DPR, Kantor Presiden, serta rumah Perdana Menteri. Demonstran bahkan menyerbu rumah para menteri. Bahkan dalam rekaman video yang beredar luas, Menteri Keuangan Nepal Bishu Paudel terekam kamera dikejar-kejar di jalan, ditendang dan ditelanjangi hingga tercebur ke sungai.

Apa yang terjadi di Nepal bisa saja menginspirasi Indonesia. Massa lebih brutal dan sadis dari Aksi Agustus Kelabu bahkan lebih beringas dari rakyat Nepal. Apa yang terjadi di Nepal terjadi pula di Indonesia. Rakyat lapar. Korupsi merajalela. Keluarga pejabat flexing. Elit politik sibuk berebut jabatan. Sementara rakyat diperas melalui pajak.

Seolah tutup mata atas peristiwa Agustus Kelabu di Indonesia dan aksi demonstrasi rakyat Nepal yang mengakibatkan jatuhnya rezim Nepal. Lagi-lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyulut kemarahan rakyat dengan mengeluarkan aturan perihal dokumen persyaratan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tak bisa dibuka ke ruang publik.

Sontak saja aturan KPU bernomor 731 tahun 2025 menyulut kemarahan rakyat. Beredar seruan di beberapa daerah untuk membakar gedung KPU. Untungnya KPU merespon dengan cepat kemarahan rakyat. Mungkin pula ada intervensi Presiden Prabowo agar aturan KPU No 731/2025 dibatalkan. Presiden Prabowo peka akan jebakan komisioner KPU pilihan rezim Jokowi.

Aturan terbaru KPU tersebut dinilai melindungi Jokowi dan anak haram konstitusi yang kini jadi RI-2 diduga kuat memiliki ijazah palsu. Kasus dugaan ijazah palsu Jokowi dan anak haram konstitusi bisa saja berunjung ke Pengadilan Rakyat.

Bila saja KPU tidak cepat merespon munculnya bibit-bibit kemarahan rakyat akan berunjung kerusuhan seperti Agustus Kelabu dan Nepal berdarah. Gedung KPU dan rumah-rumah komisioner KPU dibakar. Ketua KPU akan dikejar dan ditelanjangi massa demonstran persis apa yang dialami Menteri Keuangan Nepal.

Bahkan tidak menutup kemungkinan Jokowi dan Luhut Binsar Panjaitan akan menjadi sumber kemarahan rakyat. Menjadi bulan-bulanan rakyat. Ditangkap dan diadili oleh Pengadilan Rakyat karena rakyat sudah tidak percaya lagi kepada rezim yang berkuasa.

Bila saja Presiden Prabowo tidak cepat merespon tuntutan rakyat untuk mencopot menteri-menteri dan Kapolri yang disebut-sebut berasal dari Geng Solo akan memicu gelombang aksi massa lanjutan seperti di Nepal.

Apa lagi bila Presiden Prabowo mengakomodir jenderal yang diduga kuat sebagai pembunuh dan pembantai 6 Laskar FPI menjadi menteri atau Kepala BIN. Diprediksi akan memantik bergejolaknya politik nasional. Habib Rizieq Shihab dan pengikutnya akan marah. Indonesia diambang kerusuhan seperti Nepal.

Cegah sebelum terjadi! Ingat musibah Agustus Kelabu. 11 orang meninggal dunia termasuk pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan lapis baja polisi.

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

“Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. asy Syura: 30]

Bandung, 24 Rabiul Awwal 1447/17 September 2025

Tarmidzi Yusuf, Kolumnis