Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York menuai sorotan luas. Dalam forum internasional bergengsi tersebut, Prabowo mengecam keras kekerasan terhadap rakyat Palestina sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 1998 (PPJNA 98), Anto Kusumayuda, bahkan menyebut Prabowo sebagai “Presiden kelas internasional”. Menurutnya, pidato tersebut bukan sekadar pernyataan politik, tetapi menunjukkan peran aktif Indonesia di panggung global.
Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan wilayah Palestina lainnya tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun. Ia menyerukan gencatan senjata permanen, pembukaan jalur kemanusiaan, dan pengakuan penuh atas hak-hak rakyat Palestina untuk merdeka.
“Indonesia berdiri tegak bersama bangsa Palestina. Kemanusiaan harus menjadi landasan setiap kebijakan internasional,” tegas Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian bila mandat PBB dibentuk. Pernyataan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga siap terlibat secara nyata dalam menjaga stabilitas kawasan.
Anto Kusumayuda memandang langkah Presiden Prabowo sebagai babak penting diplomasi Indonesia.
“Pidato itu menunjukkan bahwa Indonesia berperan dalam membela kemanusiaan dan perdamaian dunia. Presiden Prabowo layak disebut pemimpin kelas internasional,” ujarnya kepada Radar Aktual, Selasa (23/9/2025).
Menurut Anto, keberanian menyampaikan kecaman terhadap kekerasan yang dilakukan zionis Israel di forum global membuktikan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. “Ini bukan hanya pidato, tetapi cerminan komitmen Indonesia untuk tidak tinggal diam menghadapi ketidakadilan,” tambahnya.
Indonesia selama ini dikenal aktif dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Namun, pidato Prabowo di PBB memberikan bobot baru: Indonesia tidak sekadar menjadi pendukung diplomasi, tetapi juga siap memainkan peran operasional di lapangan.
Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB bukan hanya menunjukkan sikap luar negeri Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kepemimpinan yang ingin menempatkan Indonesia sebagai kekuatan moral dan diplomatik dunia.
Bagi pendukungnya, momen tersebut menandai lahirnya pemimpin Indonesia yang mampu berbicara lantang di hadapan dunia, mengangkat isu kemanusiaan, dan menawarkan kontribusi nyata bagi perdamaian global.
Dengan keberanian dan visi global yang ditunjukkan di New York, banyak pihak menilai bahwa Prabowo telah menegaskan posisinya sebagai presiden yang tidak hanya memimpin Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam percaturan internasional.












