Nurul Arifin: Two State Solution Gagasan Prabowo di PBB Cermin Politik Merangkul

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin, menilai two state solution yang disuarakan Presiden Prabowo Subianto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), cukup membuat negara lain terkejut.

Sikap Indonesia lewat pidato Prabowo mengedepankan politik merangkul.”Bapak Prabowo menyampaikan dengan two state solution berani banget. Ini juga cerminan dari tokoh yang beliau hormati yang menjadi ikonnya mungkin juga contoh berpolitiknya, seperti Nelson Mandela. Jadi dengan cara memaafkan dan itu juga kelihatan sekali dengan apa yang terjadi di politik dalam negeri,” ungkap Nurul dalam diskusi bertajuk ‘Hadirnya Prabowo di PBB, Menguatkan Kembali Peran Indonesia dalam Diplomasi Global’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).

Dia menjelaskan, Presiden Prabowo dalam menjalankan sikap politiknya di dalam negeri, juga merangkul semua pihak. Nurul menyebut, bila hal ini dikaitkan dengan demokrasi, memang Indonesia menganut sistem demokrasi dengan indikator-indikatornya, yaitu persamaan di muka hukum, menghargai pluralisme dan inklusivitas, serta menghargai hak asasi manusia (HAM).

“Dengan beberapa indikator demokrasi yang kita anut itu, Pak Prabowo sudah memperlihatkan sistem itu benar-benar kita jalankan, di mana penghargaan terhadap multikulturalisme itu dilakukan dengan statement two state solution,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nurul berharap dengan pidato Prabowo tersebut maka PBB dapat mengambil keputusan yang berani, yakni mendukung kemerdekaan Palestina. Apalagi kata dia, semua negara memang akhirnya mengandalkan PBB untuk mengambil sikap.

“Kemerdekaan Palestina seharusnya tidak hanya menunggu satu negara saja dan itu yang kelihatannya menjadi tumpuan harapan banyak negara di PBB ini, yang ingin sekali PBB itu bersikap untuk menyatakan ‘oke kita akhiri perang, merdekakan Palestina tapi dengan menghargai misalnya tetap tidak melakukan kekerasan, untuk membalas dendam dan sebagainya,” pungkasnya.(Sumber)