Mathew Baker Senang Dikontrak Profesional 3 Tahun Bersama Melbourne City

Mathew Baker buka suara setelah diberi kontrak profesional oleh klubnya, Melbourne City FC pada Selasa (30/9/2025).

Di usia 16 tahun, Mathew Baker mendapat kontrak profesional pertamanya bersama Melbourne City FC.

Pemain timnas U-17 Indonesia langsung diikat selama 3 tahun ke depan bareng klub yang satu grup dengan Manchester City tersebut.

Selain itu, Mathew Baker juga punya klausul perpanjangan kontrak 2 tahun.

Pemuda yang punya darah batak dari ibunya ini sangat senang begitu mendapatkan kontrak profesional pertamanya ini.

“Saya benar-benar sangat senang untuk menandatangani kontrak profesional pertama saya,” kata Baker dilansir BolaSport.com dari medsos resmi klub.

“Ini adalah momen besar di setiap karier seorang pesepak bola.”

“Semua kerja keras yang selama ini saya sudah lakukan, akhirnya terbayar dan saya sangat senang menjalaninya,” tambahnya.

Mathew Baker berkembang pesat sejak pertama kali gabung akademi Melbourne City pada 2021.

Dalam kurun 4 tahun kemudian, Baker membuktikan diri bisa menembus tim senior.

“Saya memamahi, saya di City Football School selama 2 atau 3 tahun dan itu adalah fondasi yang bagus untuk saya, terutama saat masuk ke akademi pada usia 13,” ujarnya.

“City Football School tidak jauh berbeda dengan bagaimana kita berlatih di akademi.”

“Perkembangan saya sejak akademi hingga sekarang sangat cepat.”

“Tapi itu juga berkat para pelatih dan staf yang mendorong saya hingga sekarang, juga kerja keras saya selama ini,” tambahnya.

Mathew Baker juga membagikan pokok pikirannya mengenai tampil bersama timnas U-17 Indonesia.

Sejauh ini, pemain berposisi asli bek kiri itu telah mengoleksi 16 penampilan di timnas U-16 dan U-17 Indonesia.

“Bermain bersama timnas Indonesia adalah tanggungjawab besar,” ungkap Baker.

“Saya bermain untuk mereka beberapa puluh laga, sekarang kita akan bermain di Piala Dunia tahun ini.”

“Setiap laga, Anda akan bermain dengan seluruh negara berada di punggung kalian.”

“Hal terbesar yang saya ambil dari laga-laga ini adalah soal tekanan, seperti di Piala Asia di mana ada 3 laga lalu kami memenangkan semuanya.”

“Tetapi ada laga penentuan untuk kami dan kami pada akhirnya berhasil membuat sejarah (lolos Pildun pertama kali),” tambahnya.(Sumber)