Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menilai Program Magang Nasional Fresh Graduate yang akan diluncurkan Pemerintah pada kuartal IV 2025 merupakan langkah positif untuk menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
Namun program ini disebut harus berujung pada hasil yang nyata dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Dengan target 20 ribu peserta, Yahya berharap program ini dapat membantu menekan angka pengangguran terdidik sekaligus memperkuat keterkaitan antara kampus dengan dunia usaha.
“Keberhasilan program tidak bisa diukur hanya dari jumlah peserta atau durasi enam bulan magang. Tujuan akhirnya harus jelas, menciptakan peluang kerja nyata dan berkelanjutan,” kata Yahya kepada Inilah.com, Rabu (8/10/2025).
Lebih lanjut, ia mengingatkan, program magang tidak boleh sekadar menjadi formalitas yang berhenti tanpa tindak lanjut.
“Melainkan harus membuka jalan masuk ke sektor formal atau bahkan mendorong kemandirian di sektor wirausaha,” tuturnya.
Selain itu, Yahya juga menekankan pentingnya kapasitas perusahaan, baik swasta maupun BUMN, dalam melaksanakan program ini.
Ia juga meminta Pemerintah untuk membuat kriteria seleksi perusahaan yang transparan agar program magang menjadi wadah transfer keterampilan, peningkatan produktivitas, serta inovasi.
“Jadi bukan sekadar beban administratif,” tegas Yahya.
Pimpinan Komisi Ketenagakerjaan DPR ini pun mendorong agar program magang nasional bagi fresh graduate harus diarahkan ke sektor prioritas yang mendukung pembangunan ekonomi nasional. Yahya merinci mulai dari manufaktur, teknologi digital, energi terbarukan, hingga industri kreatif.
“Dengan fokus yang tepat, investasi Rp198 miliar untuk program ini akan menghasilkan multiplier effect yang besar, dan menekan pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” tandasnya.(Sumber)












